Fitur terbaru YouTube PERIKSA (Penyedia Ragam Informasi Kesehatan Anda) atau panel sumber informasi kesehatan baru pada video untuk memberi konteks dan mengidentifikasi video dari sumber kredibel.

YouTube baru saja memperkenalkan panel sumber informasi kesehatan baru pada videonya. Fitur baru ini untuk dirancang unutk memberi konteks serta membantu penonton mengidentifikasi video dari sumber kredibel. Pengguna juga akan lebih mudah menemukan playlist konten kesehatan yang akan menyoroti video-video dari sumber tersebut dengan lebih efektif saat menelusuri topik tertentu seputar kesehatan.

Tujuan dari hadirnya fitur semacam ini adalah untuk memudahkan orang mencari dan mengevaluasi informasi kesehatan yang kredibel. Mulai pekan ini, masyarakat Indonesia dapat melihat beberapa fitur baru di samping hasil penelusuran dan video terkait kesehatan, juga tetap dapat menemukan video yang relevan dari berbagai sumber di hasil penelusuran mereka.

YouTube mengklaim selalu berupaya memudahkan pengguna menemukan informasi yang kredibel untuk menjawab pertanyaan mereka. Platform tersebut juga bekerja sama dengan ahli kesehatan yang merupakan inti dari upaya ini untuk menghubungkan pengguna ke konten yang bermanfaat.

Dari mencari tahu penyebab, gejala, atau pencegahan diabetes, memahami cara mencegah kanker serviks, atau mencari jawaban dokter tentang pertanyaan seputar sakit lambung, maupun memahami lebih lanjut tentang keguguran kandungan; YouTube siap membantu menghubungkan kepada informasi kesehatan yang tepat. Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih baik dalam hal kesehatan

Untuk mengidentifikasi sumber mana saja yang disertakan dalam fitur kesehatan baru ini, pada awalnya YouTube menggunakan serangkaian prinsip yang disusun oleh National Academy of Medicine (NAM) dari Amerika Serikat. Namun, seiring diperluasnya fitur ini ke seluruh dunia, YouTube ingin menggunakan prinsip yang konsisten dalam mengidentifikasi sumber berita kesehatan resmi di seluruh dunia.

Di Indonesia, YouTube pun telah bekerja sama dimulai dengan 14 rumah sakit negeri dan swasta, serta dengan dokter, kreator konten yang diharapkan dapat menjembatani kesenjangan informasi antara kunjungan dokter dan setelahnya, memberikan akses ke informasi yang kredibel dan dapat dipahami saat masyarakat membutuhkannya.

Selain itu, melalui program Program Pelapor Tepercaya YouTube (Trusted Flagger), YouTube juga bermitra dengan jaringan global lebih dari 300 lembaga pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), salah satunya ARSPTN (Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri) yang mencakupi 37 Rumah Sakit anggota yang akan membantu memberitahukan konten yang melanggar Pedoman Komunitas kepada YouTube.


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.