FCC mengabulkan aplikasi SpaceX untuk mengoperasikan Earth stations in motion (ESIM), baik bagi konsumen dan perusahaan di seluruh AS.

SpaceX telah mendapatkan persetujuan dari Federal Communications Commission (FCC) AS untuk menyediakan layanan Internet satelit Starlink pada kendaraan bergerak, kapal, dan pesawat terbang. Dalam pernyataan tersebut, FCC mengabulkan aplikasi SpaceX untuk mengoperasikan Earth stations in motion (ESIM), baik bagi konsumen dan perusahaan di seluruh AS.

FCC juga menyetujui permintaan dari Kepler Communications untuk mengoperasikan ESIM di kapal. Starlink dan Kepler akan diizinkan untuk memberikan layanan pada kapal di perairan teritorial AS dan perairan internasional.

Perintah yang dikeluarkan oleh Biro Internasional FCC mengatakan pemberian aplikasi “akan melayani kepentingan publik dengan memungkinkan SpaceX dan Kepler untuk menawarkan kemampuan broadband yang diperluas dan melayani area yang belum terlayani dan tidak terlayani.”

Untuk diketahui, SpaceX mengajukan izin kepada FCC tentang layanan broadband Starlink di kendaraan bergerak, kapal, dan pesawat pada Maret 2-21. SpaceX menyatakan akan menggunakan piringan Starlink yang kokoh yang dapat menahan “lingkungan yang keras” dengan tingkat panas dan dingin yang ekstrem.

Namun, ESIM ini tidak disarankan untuk mobil penumpang, sebagaimana disebutkan CEO SpaceX Elon Musk tahun lalu. Menurut Musk, terminalnya terlalu besar untuk mobil penumpang, sehingga ditujukan untuk pesawat, kapal, truk besar, dan RV.

Di samping itu, pita spektrum yang digunakan untuk transmisi luar angkasa dengan ESIM berkisar dari 10,7 GHz hingga 12,7 GHz. FCC secara terpisah mempertimbangkan apakah akan mengizinkan layanan seluler di pita 12,2-12,7 GHz. Sayangnya, keputusan ini tidak diterima baik oleh perusahaan tv satelit, Dish yang juga ingin menggunakan pita itu untuk jaringan selulernya.

Dilansir Ars Technica (2/7), FCC mencatat Dish dan RS Access keberatan dengan aplikasi SpaceX dan Kepler ESIM, dengan alasan bahwa persetujuan “akan secara efektif membatasi pengambilan keputusan Komisi dalam proses pembuatan peraturan 12 GHz yang sedang berlangsung” dan “memperumit kemampuan Komisi untuk menggunakan kembali spektrum untuk seluler terestrial”. Tetapi FCC mengatakan persetujuannya dibuat sehingga tidak akan membatasi opsi untuk proses 12 GHz.


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.