Keputusan Elon Musk mundur dari kesepakatan membeli Twitter seharga USD44 miliar didukung oleh para investor Tesla dengan naiknya saham perusahaan tersebut.

Saham Tesla mengalami peningkatan dalam perdagangan Jumat lalu. Hal ini disebabkan oleh reaksi positif investor terhadap keputusan Elon Musk untuk mengakhiri kesepakatan akuisisi Twitter senilai USD44 miliar.

Dilaporkan TechCrunch (11/7), saham Tesla naik 14,51% menjadi USD752,29 per lembar, yang ditutup pada Jumat. Harga saham terus naik bahkan setelah jam perdagangan reguler sebesar 3,39%.

Keputusan Musk keluar dari kesepakatan pengambil alihan Twitter ternyata mendapat dukungan besar dari para pemegang saham di Tesla. Seperti diketahui, Musk secara resmi mengumumkan mundur dari kesepakatan itu melalui tim hukumnya, karena mengklaim Twitter telah memberikan informasi palsu terkait akun bot.

Sebelumnya, pemegang saham Tesla secara terbuka menyatakan keraguan tentang kemampuan Musk menjalankan Tesla secara efektif sambil memiliki Twitter. Tidak hanya itu, Musk juga menjalankan bisnis lainnya yang mencakup SpaceX, Neuralink, dan The Boring Company. Tangisan investor menjadi semakin keras ketika saham Tesla terjun payung. 

Pada awal April, ketika Musk mengambil 9,2% saham di Twitter sebagai pemegang saham terbesar perusahaan media sosial, saham Tesla dihargai $1,145,45, turun drastis lebih dari 34%.

Salah satu penurunan terbesar dalam beberapa bulan terakhir terjadi pada 26 April, sehari setelah Musk setuju untuk membeli Twitter seharga USD44 miliar. Saham Tesla merosot lebih dari 12%, membawa kapitalisasi pasarnya turun menjadi USD906 miliar.

Seolah tidak ada yang mendukung, saham Twitter, yang awalnya naik pada awal April setelah Musk mengungkapkan sahamnya di perusahaan, juga turun. Sejak 4 April, saham Twitter turun 26,34%, mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi USD28,31 miliar. 

Meskipun pemegang saham Tesla kini merasa lega karena Musk hampir tidak akan membeli Twitter, namun Dewan Twitter berkomitmen untuk mengambil tindakan hukum.

Bret Taylor, ketua Dewan Twitter mengatakan, “Kami berkomitmen untuk menutup transaksi pada harga dan persyaratan yang disepakati dengan Mr. Musk dan berencana untuk melakukan tindakan hukum untuk menegakkan perjanjian merger. Kami yakin kami akan menang di Delaware Court of Chancery.”


Artikel ini bersumber dari www.tek.id.