Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan menyebut jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Sabtu bertambah 4.922 kasus, dengan provinsi yang menyumbang penambahan kasus tertinggi adalah DKI Jakarta sebanyak 2.324 kasus.

Siaran pers Kemenkes yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu, memperlihatkan Jawa Barat dan Banten menempati urutan kedua dan ketiga dengan penambahan 994 dan 511 kasus.

Baca juga: Kemarin BKSDA melepas 30 kacer, 57 juta warga sudah vaksinasi penguat

Disusul Jawa Timur di posisi keempat dengan penambahan 419 kasus. Jawa Tengah di posisi kelima dengan penambahan 148 kasus.

Kemenkes juga menyampaikan ada 15 provinsi yang mencatatkan penambahan kasus COVID-19 di bawah 10 kasus pada hari Sabtu ini. Selain itu terdapat dua provinsi yang tidak ada penambahan kasus COVID-19 yaitu Gorontalo dan Sulawesi Barat.

Baca juga: DKI sebut “BOR” di RS masih 22 persen meskipun kasus meningkat

Kemudian jumlah pasien yang berhasil sembuh dari penularan COVID-19 di Tanah Air pada hari ini mencapai 4.302 pasien dengan jumlah pasien sembuh tertinggi disumbang DKI Jakarta mencapai 2.258 pasien sembuh.

Jawa Barat di posisi kedua dengan 617 pasien sembuh. Banten dan Jawa Timur di posisi ketiga dan keempat dengan masing-masing 409 dan 384 pasien sembuh. Bali di urutan kelima dengan mencatatkan 143 pasien sembuh.

Baca juga: Belasan gerai vaksin dimaksimalkan untuk tekan kasus di Jakbar

Sementara jumlah pasien yang meninggal akibat penularan COVID-19 di Tanah Air hari ini tercatat ada 22 pasien.

Secara nasional, jumlah kasus aktif naik sebanyak 598 kasus menjadi 52.607 kasus aktif.

Baca juga: Masyarakat diimbau kembali pakai masker di dalam maupun luar ruangan

Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta kepada pemerintah daerah untuk mendorong capaian vaksin booster atau penguat, terutama yang masih mengalami peningkatan kenaikan kasus tinggi.

“Tidak lelah saya minta kepada pemerintah daerah yang masih belum memenuhi target 30 persen untuk vaksin booster. Khususnya daerah yang masih mengalami peningkatan kasus tinggi,” kata Wiku.

Baca juga: Pengamat: Kebijakan pemerintah tingkatkan cakupan booster sangat tepat

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.