Kita tinggal tentukan, mau pilih komoditas yang bisa dipanen 2 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau bisa juga dikombinasikan, itu semua orang bisa lakukan

Kendari (ANTARA) – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo mengajak pemerintah daerah dan petani yang ada di Sulawesi Tenggara agar meningkatkan produksi pertanian mereka.

Mentan mengatakan bahwa Kementerian Pertanian bersama petani dan pemerintah daerah terus melakukan upaya peningkatan produksi pangan terutama padi dalam rangka ketahanan pangan, salah satunya dengan IP 300.

“Tanam tiga kali tentu akan mengoptimalisasi potensi produksi dan pendapatan. Masak sih kita cuma tanam dua kali, berarti cuma enam bulan, terus satu kali tanam di buang, sombong banget,” kata Mentan dalam keterangan tertulis Humas Kementan diterima di Kendari, Sabtu.

Mentan memotivasi petani padi yang ada di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara agar bisa meningkatkan produksi pertanian mereka.

Mentan menuturkan bahwa Indonesia dalam tiga tahun terakhir menjadi negara kedua terbesar di Asia Tenggara dalam memproduksi padi.

“Semua orang dihajar sama COVID-19, semua orang merangkak ke bawah tidak ada yang bisa keluar rumah, apa yang bisa dilakukan, seluruh dunia seperti itu. Tetapi kita kan jalan terus. Pertanian itu di depan mata kita untuk memperbaiki kehidupan, dia menjadi sesuatu yang resisten terhadap apapun goncangan yang ada,” ujar Mentan.

Dia menyebut, pertanian adalah tempat untuk makan sehingga membuat orang sehat, sekaligus lapangan kerja, mendapatkan uang dari pertanian, dan pertanian yang mengundang semua roda industri apapun.

“Kalau gitu pertanian hebat dan pertanian itu ada di depan mata,” ujar Mentan.

Menurutnya, sektor pertanian ke depan akan semakin maju dan lebih baik dari hari ini dengan syarat kerja-kerja dalam pembangunan pertanian harus lebih keras, terencana dan sistematis.

“Kita tinggal tentukan, mau pilih komoditas yang bisa dipanen 2 bulan, 6 bulan, 1 tahun, atau bisa juga dikombinasikan, itu semua orang bisa lakukan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sultra Ali Mazi yang mendampingi Mentan mengatakan sejak 2019, Sultra surplus beras. Bahkan menurutnya pada tahun 2021 sebanyak 1.000 ton beras dikirim dari wilayahnya ke Sulawesi Utara melalui Perum Bulog.

“Khusus potensi luas baku sawah di Konawe Selatan seluas 2.040.095 hektare dan sekarang ini kita berada di Kecamatan Konda, Desa Cialam Jaya dengan hamparan sawah seluas 1.391 hektare,” kata Gubernur.

Menurutnya, sektor pertanian terus berproduksi tanaman pangan dan perkebunan yang diakui berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Perekonomian Sulawesi Tenggara pada triwulan II 2022 tercatat tumbuh positif sebesar 6,09 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,07 persen, dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,44 persen.

“Hal ini tidak terlepas karena peran sektor pertanian dalam mendukung ekonomi daerah. Untuk itu, Pemprov Sultra terus memberikan perhatian besar terhadap pembangunan sektor pertanian karena sebagian besar mata pencaharian penduduk Sultra berasal dari sektor ini,” kata Ali Mazi.

Baca juga: Mentan Yasin Limpo pacu Pemprov Sultra bisa ekspor beras

Baca juga: Mentan dan petani tanam padi serempak di Konawe Selatan

Baca juga: Mentan minta petani padi di Sultra bisa panen hingga 8 ton per hektare


 

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.