Jakarta (ANTARA) – Data Kementerian Kesehatan menyebutkan sebanyak 51,6 juta atau tepatnya 51.644.027 penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi penguat hingga Jumat (8/7) pukul 12.00 WIB.

Jumlah tersebut mengalami penambahan sebanyak 317.535 orang dibandingkan hari sebelumnya. Sementara yang telah mendapatkan vaksinasi kedua sebanyak 169.277.279 orang atau bertambah 42.163 orang.

Sedangkan yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama bertambah sebanyak 88.539 orang atau total sebanyak 201.738.589 orang. Target sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.720 orang.

Sebelumnya, dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jawa Tengah, dr Indah Rahmawati, Sp.P mengatakan vaksinasi dosis penguat atau booster sangat bermanfaat untuk mencegah risiko gejala berat dan risiko rawat inap bagi mereka yang sudah divaksinasi.

“Vaksinasi COVID -19 mulai dosis pertama hingga dosis ketiga atau booster telah terbukti memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat guna mencegah memberatnya gejala dan juga menurunkan risiko rawat inap,” katanya beberapa waktu lalu.

Untuk itu, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto itu mengatakan cakupan vaksinasi COVID-19 hingga dosis penguat harus terus ditingkatkan.

Baca juga: Presiden sebut vaksinasi “booster” kini kesulitan cari peserta

Baca juga: Satgas minta orang tua tidak ajak anak berlibur jika belum booster

Baca juga: Yogyakarta ubah strategi layanan vaksinasi “booster” COVID-19

 

Pewarta: Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.