Para demonstran antipemerintah di Hungaria memblokir salah satu jalan raya utama ibu kota selama lalu lintas jam sibuk pagi hari, Senin (18/7). Aksi ini merupakan yang terbaru dari serangkaian protes yang berlangsung selama hampir sepekan menentang perubahan baru-baru undang-undang pajak.

Kerumunan, yang sebagian besar terdiri dari kurir pengiriman makanan dengan sepeda dan skuter, memblokir lalu lintas di kedua arah di salah satu jembatan utama Budapest di atas Sungai Danube.

Banyak demonstran adalah pengusaha independen yang terkena dampak perubahan legislatif yang disahkan oleh parlemen Hungaria pekan lalu, yang mereka yakini akan mengakibatkan kenaikan pajak besar-besaran atau kehilangan pekerjaan.

“Banyak dari kami datang karena kami ingin perubahan, kami ingin persatuan. Kami ingin hidup di negara di mana mereka tidak mencoba untuk memecah belah kami dan memperkuat perpecahan,” kata demonstran Eszter Balazs, 25, seorang pekerja restoran dan mahasiswa hukum.

Protes UU Pajak, Demonstran Hungaria Blokir Jembatan

Balazs Gernyi, penyelenggara protes anti-pemerintah, berbicara kepada massa saat berlangsungnya aksi demonstrasi di Budapest, Hungaria, Senin, 18 Juli 2022. (AP /Anna Szilagyi)

Gelombang demonstrasi yang berlangsung semakin menunjukkan tentangan terhadap pemerintah sejak dimulai pada 12 Juli. Hampir setiap malam, ribuan pengunjuk rasa menentang polisi dan berpawai melalui pusat kota Budapest, memblokir jalan-jalan dan persimpangan-persimpangan utama dan menuntut pencabutan undang-undang tersebut.

Partai Fidesz yang berkuasa di Hungaria, yang dipimpin oleh erdana menteri nasionalis Viktor Orban, menggunakan mayoritas parlemennya pekan lalu untuk meloloskan perubahan, yang menarget skema pajak populer yang dikenal sebagai KATA yang memungkinkan usaha kecil dan pekerja lepas seperti pengemudi pengiriman membayar tarif pajak yang rendah dan tetap.

Peserta aksi protes memblokir lalu lintas di salah satu jembatan yang paling ramai di Budapest, Jembatan Margaret, 18 Juli 2022. (ATTILA KISBENEDEK / AFP)

Peserta aksi protes memblokir lalu lintas di salah satu jembatan yang paling ramai di Budapest, Jembatan Margaret, 18 Juli 2022. (ATTILA KISBENEDEK / AFP)

Langkah-langkah tersebut, yang mulai berlaku 1 September, akan menyulitkan sebagian besar dari sekitar 450.000 pekerja yang menggunakan skema tersebut. Banyak demonstran melihat langkah itu sebagai upaya pemerintah yang tergesa-gesa dalam merespons lemahnya mata uang Hungaria terhadap dolar dan euro dan inflasi tertinggi dalam hampir 25 tahun.

“Saya sangat ingin tinggal di negara ini, tetapi mereka membuatnya tidak mungkin!” Norman, seorang supir pengiriman, melalui megafon. Ia tidak bersedia mengungkapkan nama belakangnya.

Panitia penyelenggara, kelompok kurir pengiriman yang terbentuk secara spontan, meminta partai-partai oposisi dan para politisi berpengaruh untuk tidak hadir dalam demonstrasi tersebut. Mereka berjanji protes lebih lanjut akan menyusul pada hari Selasa dan Rabu, dan demonstrasi lainnya dijadwalkan pada hari Senin di kota-kota besar seperti Szeged dan Nyiregyhaza. [ab/uh]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.