Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan publik ke Xinjiang, kata media pemerintah, Jumat (15/7). Kunjungan yang berlangsung Kamis itu merupakan yang pertama sejak pemerintah China dituding menahan lebih dari satu juta orang Uyghur dan kelompok-kelompok minoritas Muslim lainnya di kamp-kamp.

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya melabeli tindakan China di Xinjiang sebagai “genosida”, dan telah menjatuhkan serangkaian sanksi atas dugaan pelanggaran HAM.

Beijing telah membantah tuduhan itu, menyebutnya sebagai “kebohongan abad ini” dan bersikeras bahwa kebijakannya telah membantu memerangi ancaman ekstremisme Islam.

Kantor berita pemerintah Xinhua mengatakan Xi memuji kemajuan yang telah tercapai selama tur inspeksi di wilayah barat jauh itu. Ini merupakan lawatan Xi yang pertama sejak 2014, ketika tiga orang tewas dalam aksi yang menandai dimulainya program penahanan massal tiga tahun kemudian.

Presiden China Kunjungi Xinjiang

Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, Presiden China Xi Jinping, (tengah), berpose bersama para pemain Manas, sebuah epik budaya warga Kirgistan, di Museum Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang, Urumqi, barat laut China, Daerah Otonomi Uyghur, Rabu, 13 Juli 2022. (Xie Huanchi/Xinhua via AP)

Ia juga dilaporkan memuji kemajuan Korps Produksi dan Konstruksi Xinjiang (XPCC), sebuah organisasi paramiliter besar yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena dugaan pelanggaran HAM.
Kelompok itu telah membuat “kemajuan besar” dalam reformasi dan pembangunan, kata Xi, sebagaimana dikutip Xinhua, sewaktu melangsungkan perjalanan, Rabu, ke kota Shihezi di Xinjiang Utara,
Rekaman media pemerintah menunjukkan Xi berbicara kepada sejumlah pelajar dan pejabat setempat, menonton pertunjukan lagu dan tarian, dan menerima tepuk tangan meriah dari penduduk yang mengenakan pakaian tradisional.

Kunjungan pemimpin China ke Xinjiang terjadi setelah kunjungan yang sama langkanya sebelumnya bulan ini ke wilayah lain yang bergolak, Hong Kong, di mana pihak berwenang telah melakukan tindakan keras terhadap gerakan prodemokrasi yang pernah berkembang pesat di kota itu.

Kunjungan itu juga berlangsung menjelang kongres penting Partai Komunis China akhir tahun ini, di mana Xi secara luas diperkirakan akan mengamankan masa jabatan ketiganya berturut-turut di pucuk pimpinan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. [ab/uh]

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.