Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa telah memberi tahu Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe bahwa dia akan mengundurkan diri, kata kantor perdana menteri pada Senin (11/7). Keputusan tersebut diambil setelah puluhan ribu pengunjuk rasa menyerbu kediaman resmi kedua pria itu.

Wickremesinghe mengatakan dia juga akan mundur untuk memungkinkan pemerintah sementara semua partai untuk mengambil alih.

Kantor PM Sri Lanka Konfirmasi Presiden akan Mengundurkan Diri

Warga mengunjungi rumah Presiden sehari setelah demonstran memasuki gedung, setelah Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri, di tengah krisis ekonomi negara, di Kolombo, Sri Lanka, 10 Juli 2022. (Foto: REUTERS/Dinuka Liyanawatte)

“Kami tidak akan pergi ke mana pun sampai presiden ini pergi dan kami memiliki pemerintahan yang dapat diterima oleh rakyat,” kata Jude Hansana, 31 tahun, yang telah berada di lokasi protes di luar kediaman sejak awal April.

Demonstran merayakan setelah masuk ke Sekretariat Presiden, setelah Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri, di tengah krisis ekonomi negara, di Kolombo, Sri Lanka 9 Juli 2022. (Foto: REUTERS/Dinuka Liyanawatte)

Demonstran merayakan setelah masuk ke Sekretariat Presiden, setelah Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri, di tengah krisis ekonomi negara, di Kolombo, Sri Lanka 9 Juli 2022. (Foto: REUTERS/Dinuka Liyanawatte)

Artikel ini bersumber dari www.voaindonesia.com.