GenPI.co Jatim – Kasus pencabulan santriwati yang dilakukan Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT), anak kiai Jombang menjadi perhatian publik. Yenny Wahid ikut angkat bicara perisahal perkara tersebut.

Anak kedua mendiang Presiden ke-4 Abdulrahman Wahid atau Gus Dur itu mengaku malu setelah mendengar kabar pengepungan Ponpes Shiddiqiyah untuk menangkap paksa Bechi

“Sebagai orang Jombang saya malu sekaligus menyayangkan kasus semacam ini terjadi,” tulis Yenny Wahid lewat akun Twitter pribadinya @yennywahid, Jumat (8/7).

BACA JUGA:  5 Pengikut Anak Kiai Jombang Gigit Jari, Terancam Hukuman 5 Tahun

Yenny berharap kasus tersebut tidak terulang lagi dan bisa menjadi pembelajaran seluruh pesantren.

Menurutnya, penting bagi pesantren untuk memberikan rasa nyaman bagi santriwatinya. “Saya mendukung proses penegakan hukum oleh kepolisian dan meminta semua pihak membantu kepolisian dalam prosesnya,” tandas Yenny.

BACA JUGA:  Nasib Santri Ponpes Shiddiqiyyah Jombang Imbas Perkara MSAT

Bechi saat ini sudah ditahan di Rutan Kelas I Surabaya atau di Medaeng Sidoarjo.

Dia menjalani tahanan di ruang isolasi Covid-19 selama seminggu. Setelah itu dia akan dipindahkan ke blok hunian bareng tersangka kriminal lainnya.

BACA JUGA:  Dipindahkan, Anak Kiai Jombang Bakal Disidangkan di Surabaya

Polisi menjerat yang bersangkutan dengan Pasal 285 KUHP Jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun, dan atau Pasal 289 KUHP Jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman pidana sembilan tahun dan atau Pasal 294 ayat (2) Jo Pasal 65 KUHP dengan ancaman pidana tujuh tahun. (mcr12/jpnn)


Artikel ini sudah tayang di JPNN.com dengan judul: Mas Bechi Dijemput Ratusan Polisi, Yenny Wahid Merespons: Sebagai Orang Jombang Saya Malu

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari jatim.genpi.co.