GenPI.co Jateng – Kasus kematian pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten terus bertambah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mencatat dari 297 kasus terdapat 14 kasus hingga menyebabkan kematian pasien.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Klaten, Wahyuning Nugraheni, mengatakan pasien DBD meninggal karena terlambat mengakses penanganan medis.

BACA JUGA:  Innalillahi, 2 Balita di Kota Pekalongan Meninggal Gegara DBD

“Ini terjadi karena sebagian masyarakat masih khawatir gejala yang dikeluhkan akan dimasukkan dalam gejala Covid-19. Padahal nakes (tenaga kesehatan) akan membedakan penanganan pasien gejala Covid-19 dan non-Covid,” kata dia, dikutip klaten.go.id, Kamis (14/7).

Wahyuning menjelaskan DBD memiliki siklus yang harus dipahami dan dipantau.

BACA JUGA:  Kasus DBD di Boyolali Naik, Tolong Warga Perhatikan Ini

Maka dari itu, dibutuhkan keterangan yang jelas dari pasien terkait gejala hingga waktu permulaan sakit.

“Sampaikan dengan jelas kapan mulai sakit, gejala apa saja yang dirasakan. Karena penjelasan dari pasien sangat mempengaruhi penananganan medis yang diberikan dan berdampak pada proses pemulihan pasien,” papar dia.

BACA JUGA:  2 Anak-Anak di Kota Solo Meninggal Dunia Akibat Kasus DBD

Menurut dia, DBD memiliki manifestasi klinis yang sangat beragam antarindividu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari jateng.genpi.co.