TRIBUNWOW.COM – Ayah mendiang Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yakni Samuel Hutabarat buka suara soal pengakuan Irjen Ferdy Sambo.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan hasil pemeriksaan Ferdy Sambo terkait dengan motif pembunuhan yang dilakukan kepada Brigadir J pada Kamis (11/8/2022).

Berdasarkan hasil BAP, Ferdy Sambo mengaku alasannya merencanakan pembunuhan karena tersulut emosi setelah mendapat laporan dari istrinya bahwa ada tindakan asusila yang dilakukan Brigadir J kepada Istrinya saat di Magelang.

VIDEO Ayah Brigadir J Tanggapi Pengakuan Ferdy Sambo soal Motif Pembunuhan, Tuding Sandiwara
Samuel Hutabarat, ayah mendiang Brigpol Nofriansyah Hutabarat alias Brigadir J, Rabu (20/7/2022). Samuel memberikan keterangan terkait kedatangan tim Kompolnas ke rumahnya di Muaro Jambi, Jambi. (Capture YouTube KOMPAS TV)

Baca juga: VIDEO Luhut Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Tanpa Ragu Viral, soal Kasus Brigadir J? Ini Faktanya

Menanggapi pernyataan hasil pemeriksaan Ferdy Sambo ini, Samuel Hutabarat mengaku tetap tidak percaya terhadap tuduhan pelecehan tersebut.

“Saya rasa apa yang diutarakan tadi, apa mungkin Yosua bisa berbuat begitu, sedangkan di Magelang kan bukan berdua, ada juga yang lain,” ucapnya.

Samuel mengatakan bahwa ucapan tersebut merupakan sandiwara, karena sejak awal selalu berubah-ubah pernyataannya.

“Itu menurut versi mereka, karena sandiwara mereka selalu berubah-ubah dari awal, di skenario pertama katanya Yosua masuk ke kamar Ibu Putri melakukan pelecehan, sekarang skenario kedua dikatakan bahwa pelecehan sudah terjadi di Magelang, jadi mana yang benar, saya sebagai orang tua bingung,” jelasnya.

Samuel merasa kecewa, heran dan bingung dengan pernyataan tersebut.

Kata dia seandainya benar Brigadir Yosua melakukan kesalahan, apakah pantas jika harus diperlakukan seperti itu.

Baca juga: VIDEO – Dibayar untuk Tutup Portal, Ini Pengakuan Petugas Keamanan Kompleks Rumah Ferdy Sambo

“Apakah seandainya salah, apa harus disiksa sepeti itu, seandainya salah anak saya ya udah lumpuhkan, penjarakan, bila perlu pecat, jangan membabi buta, manusia anak saya itu, ada haknya untuk hidup,” tutupnya.

Sementara itu, kepada penyidik saat diperiksa sebagai tersangka di Mako Brimob, Ferdy Sambo menyebut pembunuhan berencana berawal dari adanya laporan istrinya kepadanya.

Diungkapkan Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian, dalam BAP, Ferdy Sambo mengaku mendapat laporan dari PC mengalami tindakan yang tidak semestinya dari Yosua.

“FS mengatakan dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya, PC, mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi saat di Magelang, dilakukan Yosua” kata Andi Rian saat konfrensi pers, Kamis (11/8/2022).

Usai mendapatkan laporan itu, Ferdy Sambo kemudian panggil Bripka RR dan Bharada E untuk merencanakan pembunuhan pada Brigadir Yosua.


Artikel ini bersumber dari wow.tribunnews.com.