TRIBUNWOW.COM – Rusia tampaknya memperluas ambisi teritorialnya pada minggu ke-21 perang di Ukraina.

Dilansir TribunWow.com, Rusia melanjutkan serangan di wilayah Donetsk timur dan menerima beberapa dukungan internasional untuk apa yang disebutnya ‘operasi militer khusus’.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Kamis (21/7/2022), dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh kantor berita negara Rusia Ria Novosti pada hari Rabu, menteri luar negeri Rusia Sergey Lavrov buka suara.

Baca juga: Konflik Menyebar ke Mana-mana, China Minta AS hingga Rusia Lakukan Gencatan Senjata di Ukraina

Ia mengatakan Rusia telah menyimpang dari tujuan resminya untuk menduduki dua wilayah timur Luhansk dan Donetsk, yang bersama-sama disebut wilayah Donbas.

“Ini bukan hanya tentang DPR dan LPR,” kata Lavrov, merujuk pada daerah dengan akronim republik rakyat yang diproklamirkan sendiri.

“Tetapi juga wilayah Kherson, wilayah Zaporizhia, dan juga wilayah lainnya,” imbuhnya.

Setelah pasukan Rusia menarik diri dari daerah sekitar Kyiv pada 25 Maret, Lavrov mengatakan bahwa ‘operasi militer khusus’ di Ukraina telah berakhir dan Rusia akan fokus pada dua wilayah timur.

Tetapi pasukan Rusia terus menduduki bagian dari wilayah Kherson dan Zaporizhia di Ukraina selatan, yang mereka rebut di awal perang.

Mereka meningkatkan ‘Rusifikasi’ wilayah tersebut di tengah kekhawatiran bahwa Moskow berencana untuk mencaplok daerah itu.

Tak Hanya Donbas, Rusia Perluas Serangan untuk Kuasai Wilayah Timur dan Selatan Ukraina
Video warga Kherson terus demo tak peduli pasukan Rusia terus mengeluarkan tembakkan peringatan, Minggu (13/3/2022). (BBC.com)

Baca juga: Rusia Paksa Penduduk Kherson Gunakan Uang Rubel, Ini yang Dilakukan Warga untuk Melawan

Pada bulan Mei, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang menyederhanakan proses bagi penduduk di wilayah yang dikuasai Rusia di wilayah tersebut untuk mengajukan paspor dan kewarganegaraan Rusia.

Pemerintah yang didirikan Rusia dilaporkan berencana untuk memperkenalkan kurikulum Rusia di sekolah-sekolah lokal.

Keputusan terbaru Moskow termasuk memperluas undang-undang Rusia ke wilayah Kherson dan Zaporizhia, untuk mengkriminalisasi kritik terhadap Rusia.

Pelanggar dapat dihukum dengan deportasi ke Rusia.

Pernyataan Lavrov lebih sejalan dengan kritik pro-perang Kremlin, yang mengatakan Putin telah menunggu waktunya sebelum memperluas tujuan perang Rusia.


Artikel ini bersumber dari wow.tribunnews.com.