Subsidi Energi Rp 502 Triliun, Warga Diminta Bijak Pakai BBM dan Listrik - GenPI.co
Pemerintah harus menggelontorkan biaya sebesar Rp 502 triliun sebagai subsidi komoditas energi, seperti BBM, listrik, dan gas. Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama

GenPI.co – Tidak dapat dimungkiri, perang Rusia-Ukraina telah menimbulkan banyak tekanan pada perekonomian global, termasuk harga minyak bumi.

Sebagai negara net-importer minyak, Indonesia pun tentu mengalami imbasnya.

Pemerintah harus menggelontorkan biaya sebesar Rp 502 triliun sebagai subsidi komoditas energi, seperti BBM, listrik, dan gas.

BACA JUGA:  Agar Kuota BBM Subsidi Tidak Jebol, Begini Saran Ekonom kepada Pertamina

Keputusan ini harus diambil agar tidak membebani masyarakat kelas menengah ke bawah yang baru saja dapat “bernapas” pasca-periode stagnasi dan resesi.

Ketua Pusat Penelitian Energi Baru dan Terbarukan ITB, Dr. Yuli Setyo Indartono menyebut dengan nilai subsidi yang besar itu masyarakat Indonesia diharapkan bijak menggunakan subsidi energi.

BACA JUGA:  BBM Nonsubsidi di Seluruh SPBU Resmi Naik, Sebegini Harganya

Yuli mengatakan fluktuasi harga minyak yang tengah terjadi bukanlah kali pertama.

“Sejak 1970, setidaknya sudah ada enam kali terjadi peristiwa ketidakstabilan harga sehingga di masa depan pun, tidak ada yang bisa menjamin kemapanan perekonomian negara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/8/2022).

BACA JUGA:  Pemerintah Terus Tingkatkan Pencampuran BBN ke BBM Solar

Menurut dia, dibutuhkan upaya antisipatif untuk mencegah adanya fluktuasi harga minyak berikutnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.