GenPI.co Ntb – Tim Ekspedisi Mistis PDI Perjuangan bersama Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mendorong cerita rakyat mengenai kerajaan maupun jejak situs dapat dihimpun. 

Sehingga cerita-cerita yang selama ini hadir masyarakat dapat terkumpulkan dengan baik.

Ketua Tim Ekspedisi Mistis, H Ruslan Turmuzi mengatakan, berdasarkan informasi dan temuan cerita rakyat yang berkembang di setiap desa atau dusun yang ditelusuri memiliki cerita yang beragam.

BACA JUGA:  Pemkab Lotim Pinjam Rp165 Miliar ke Bank NTB Syariah, Untuk Apa?

“Tim Ekspedisi Mistis menyakini bahwa dibalik beragamnya cerita rakyat maupun temuan petilasan yang di beberapa wilayah merupakan rangkaian peninggalan budaya leluhur yang saling berkaitan satu sama lain,” katanya menduga.

Ruslan melanjutkan, misalnya mitos Kedatuan Benue yang diduga kuat ada di Dasan Lekong, Lombok Tengah berdasarkan bukti artefak temuan warga bisa jadi menjadi poros utama kebudayaan Suku Sasak yang tertua sebelum munculnya kedatuan yang lain atau kerajaan Sasak.

BACA JUGA:  IJU Kritik Pemprov NTB yang Bermain Abu-abu di MXGP Samota

“Dilihat dari corak dan bentuk artefak yang ditemukan seperti mata uang yang bercorak rare, tembikar, guci, mata tombak, beras hitam mengisyaratkan usia peninggalan petilasan Kedatuan Benue tergolong sangat tua,” tuturnya.

Semua Cerita Rakyat Perlu Dihimpun, Hasil Ekpedisi Mistis

BACA JUGA:  Kisah Air Keramat Dende Benue di Kecamatan Batukliang

Ruslan berharap untuk melestarikan dan menjaga warisan budaya leluhur tersebut pemerintah perlu melakukan ekskavasi secara menyeluruh untuk mengungkap misteri temuan-temuan artefak kuno tersebut.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari ntb.genpi.co.