GenPI.co – Musim pancaroba dapat menyebabkan populasi nyamuk meningkat dengan cepat. Penyakit yang dibawa oleh nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD) lebih mungkin terjadi. 

Gejalanya sakit kepala, nyeri otot atau nyeri sendi, mual, muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, serta bintik-bintik merah di kulit. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A(K) menyebut pasien DBD yang bisa minum cukup, buang air kecil tiap 4-6 jam dan tak punya komorbid serta tidak menunjukkan tanda bahaya seperti muntah terus menerus, boleh dirawat di rumah.

BACA JUGA:  Kasus DBD Meningkat, Anak Buah Anies Baswedan Cepat Tanggap

Kendati demikian, ada beberapa obat yang harus dihindari saat merawat pasien dengue di rumah.

“Jangan mengonsumsi obat berisi asam asetilsalisilat (aspirin), asam mefenamat (ponstan), ibuprofen, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) atau steroid,” kata Anggraini dikutip ANTARA, KAmis (21/7).

BACA JUGA:  Awal 2022 Batam Catat Ratusan Kasus DBD, 1 Warga Meninggal

Pasien yang sudah mengonsumsi obat ini sebelumnya diminta untuk berkonsultasi kepada dokter. Tak hanya obat-obat tersebut, antibiotik juga tidak diperlukan oleh pasien dengue yang dirawat di rumah.

Pasien yang dirawat di rumah harus mendapat asupan cairan yang cukup, setidaknya minum air lebih dari lima gelas untuk remaja.

BACA JUGA:  Nyamuk DBD Berkembang Biak di Musim Hujan, Cegah dengan Ini

Disarankan untuk tidak memberikan air tawar saja, tetapi melengkapinya dengan susu, jus buah dan cairan elektrolit isotonik alias oralit.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.