GenPI.co – Rivalitas antarsuporter klub sepak bola di Indonesia kerap membuat pergesekan hingga menyebabkan kerusuhan yang tak diinginkan.

Salah satunya terjadi beberapa waktu lalu di beberapa titik di Yogyakarta saat suporter Persis Solo terlibat kericuhan dengan warga setempat.

Adapun Persis menjalani laga Liga 1 melawan Dewa United di Stadion Moch Soebroto, Magelang, dikarenakan homebase mereka sedang digunakan untuk Asean Para Games 2022.

BACA JUGA:  Pelatih Laos U-19 Sebut Fans Indonesia Hanya Berisik di Medsos

Menurut Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro, sejatinya rivalitas dalam sepak bola itu merupakan hal yang wajar.

“Bisa dilihat di negara yang katanya asal sepak bola, Inggris. Bagaimana rivalitas antara Manchester United dan Liverpool. Atau di Spanyol ada Real Madrid dan Barcelona. Begitupun Liga Turki dengan rivalitas legendaris antara Galatasaray dan Fenerbahce,” ujarnya kepada GenPI.co, Rabu (27/7).

BACA JUGA:  Buka-bukaan, Pelatih Vietnam U-19 Takut Hadapi Fans Indonesia

Namun, menurutnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan Indonesia agar menjaga rivalitas panas antarsuporter tersebut.

“Indonesia bisa tiru bagaimana Federasi Sepak Bola Inggris berbenah terkait suporter di sana setelah adanya Tragedi Heysel,” jelasnya.

BACA JUGA:  Debut di Hadapan Fans Indonesia, Marques Bolden Tersanjung

Tragedi Heysel sendiri merupakan sebuah kejadian yang terjadi pada 1985 di mana saat itu 39 orang meninggal dunia dan 600 lebih lainnya luka-luka karena dinding pembatas roboh.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.