GenPI.co – Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia Democratic Policy Satyo Purwanto menilai perspektif, ideologi, dan platform yang menyebabkan PKS kesulitan mendapatkan koalisi.

Menurutnya, faktor tersebut terefleksi dalam budaya, program, dan keanggotaan partai.

“Selain itu, PKS juga tidak memiliki tokoh kader dengan elektabilitas kuat alias moncer hingga saat ini,” ujar Satyo kepada GenPI.co, Senin (11/7).

Satyo juga menduga PKS memiliki double handicap untuk membangun koalisi jika dilihat dari kultur, azas, dan ketokohannya.

“Bahkan, parpol nasionalis ataupun yang memiliki platform spiritual nasionalis seperti PPP dan PKB juga mengalami kesulitan mengagregasi ditingkat akar rumput,” ucapnya.

Oleh sebab itu, menurutnya PKS dan partai islam lainnya akan kesulitan jika harus bekoalisi dengan parpol nasionalis murni seperti PDIP, Partai Golkar, atau Partai NasDem.

“Dari konfigurasi posisi, PKS juga berada diluar koalisi parpol pendukung pemerintah. Pantas jika mereka kesulitan.

Seperti diketahui, sebelumnya Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengaku kesulitan untuk membentuk koalisi dengan partai politik.

Hal tersebut juga menjadi alasan mengapa pihaknya dan DPP PKS menggugat presidential threshold ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam gugatanya, Ahmad Syaikhu juga meminta MK menurunkan presidential threshold dalam interval 7-9 persen saja. (*)

Video heboh hari ini:

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.