Pemerintah Genjot Produksi Jagung Untuk Dalam Negeri dan Ekspor - GenPI.co
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Pertanian Yasin Syahrul Limpo di Istana Negara. (dok kemenkok)

GenPI.co – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus mencari solusi untuk meningkatkan produksi jugung untuk kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor.

Untuk iut, pemerintah telah menyiapkan kebijakan terkait percepatan pengembangan jagung dengan menetapkan strategi menuju swasembada berkelanjutan melalui Roadmap Jagung 2022-2024.

“Dengan harga global yang sekarang di angka USD 335 per ton atau setara Rp 5.000 per kg, Presiden memberikan arahan agar dilakukan peningkatan produksi,” ujar Airlangga usai Rapat Internal Terbatas terkait Peningkatan Produksi dan Ekspor Jagung di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/08).

BACA JUGA:  Kinerja Airlangga Makin Ciamik, Lihat Nih Buktinya

Saat ini, beberapa negara pengekspor jagung menerapkan pembatasan ekspor guna memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negerinya.

Kebijakan tersebut mengakibatkan terjadinya kenaikan harga jagung dunia, selain juga sebagai dampak dari kondisi geopolitik global saat ini akibat konflik Rusia – Ukraina.

BACA JUGA:  8 Alasan KPK Harus Periksa Anies Baswedan Soal Kasus Formula E

Rata-rata harga jagung mengalami peningkatan, dengan update rata-rata harga pada bulan Juni 2022 mencapai USD 335,71/Ton.

Harga jagung internasional mencapai harga tertinggi pada April 2022 sebesar USD 348,17/Ton dan cenderung mengalami sedikit penurunan hingga Juni 2022.

BACA JUGA:  Komnas HAM Mendadak Tunda Keterangan Uji Balistik Polri

Menko Airlangga mengatakan perlu mendorong penggunaan bibit benih unggul (benih varietas hibrida jagung).

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.