GenPI.co – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam mengaku pihaknya telah memeriksa isi CCTV yang merekam beberapa saat sebelum kematian Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juni 2022.

Komnas HAM telah mendapatkan 20 video dari kamera pengawas saat perjalanan dari Magelang, Jawa Tengah ke Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Dalam rekaman terlihat kebersamaan antara Irjen Ferdy Sambo bersama istri, Brigadir J, dan Bharada E ada dalam rombongan yang sama.

BACA JUGA:  Soal Pria Kemayu di Citayam Fashion Week, Ini Jawaban Komnas HAM

“Yang paling penting dari video ini, di area Duren Tiga memperlihatkan ada Irjen Sambo, rombongan dari Magelang. Irjen sambo masuk (rumah dinas) duluan, setelah sekian waktu ada rombongan (menyusul). Di situ terlihat Bu Putri, ada almarhum Brigadir J,” ujar Anam di kantor Komnas HAM, dikutip dari JPNN.com, Kamis (28/7/2022).

Selain itu, Komnas HAM juga sudah mengantongi informasi data cell dump temuan dari tim Siber Bareskrim terkait kasus penembakan Brigadir J.

BACA JUGA:  Kabar Tebaru Kasus Kematian Brigadir J, Komnas Ham Tegas

Data cell dump tersebut menunjukkan aktivitas para pihak terkait sebelum kejadian baku tembak di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Data cell dump bisa menjadi upaya untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya di telepon tentang apa yang dimiliki mulai dari data panggilan, pesan, situs web yang dikunjungi, gambar, video, info, aplikasi, dan banyak lagi.

BACA JUGA:  Soal Alat Bukti Kasus Kematian Brigadir J, Komnas HAM Jujur

“Titik-titik mana komunikasi, apa yang terjadi di wilayah-wilayah yang terekam dalam cell dump itu,” jelasnya.


Artikel ini sudah tayang di JPNN.com dengan judul: Komnas HAM Temukan Fakta Baru di Rekaman CCTV dan Data Ponsel, Kematian Brigadir J Makin Terang

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.