ilustrasi menu sarapan. foto: envato elements

GenPI.co – Dokter Gizi Klinik Christopher Andrian berpesan agar masyarakat menyesuaikan menu sarapan dengan aktivitas harian.

Dia menyebut salah satu jenis diet yang cukup banyak dilakukan adalah intermittent fasting.

Pola diet ini dilakukan dengan cara menentukan jadwal makanan di jam-jam tertentu. Menurut Christopher, pola diet ini juga dapat membantu menurunkan berat badan.

BACA JUGA:  5 Makanan Tidak Disarankan untuk Sarapan, Waspada Diet Bisa Gagal

“Biasanya mereka rapel jam makannya dari jam 12 siang sampai jam 5 sore. Ini ada plus minusnya. Kalau kita kasih detail seperti itu berarti dia cuma punya waktu makan itu pendek. Mau makan apa saja bebas yang penting dari jam 12 sampai jam 5,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Christopher menegaskan agar masyarakat waspada dalam menjalankan program diet tersebut karena pada kondisi kesehatan tertentu, sarapan sangatlah penting. Misalnya seperti penderita maag atau penderita diabetes.

BACA JUGA:  Kalau Kamu Sarapan dengan Cokelat, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Christopher mengatakan sebelum memilih jenis diet, cobalah untuk mengenali diri sendiri lebih dulu agar diet lebih efektif dan lebih sehat.

“Kalau aktivitas tinggi terus enggak makan, risiko untuk gula darah kita drop itu besar. Apalagi sekarang banyak yang menghindari karbo, padahal itu masih kita perlukan untuk konsentrasi, suplai darah ke otak. Kalau kekurangan gula, bisa lemas, gemetar,” jelasnya.

BACA JUGA:  Studi: Sering Melewatkan Sarapan Picu Serangan Jantung

Dia mengingatkan orang yang sedang menjalani diet penurunan berat badan untuk tidak mengonsumsi dua atau tiga jenis karbohidrat sekaligus. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.