GenPI.co – Asesmen Nasional Berbasis Komputer alias ANBK 2022 telah resmi menggantikan peran UNBK atau yang biasa kita kenal dengan Ujian Nasional.

ANBK adalah program penilaian mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan di jenjang dasar dan menengah.

Mengutip laman pusmendik.kemdikbud.go.id, Selasa (26/7), peserta ANBK adalah siswa kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA yang dipilih secara acak oleh pemerintah, guru, dan kepala sekolah tiap satuan pendidikan.

BACA JUGA:  Polisi Minta Orang Tua Larang Anak Bawa Motor ke Sekolah

Untuk program kesetaraan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh peserta didik yang berada pada tahap akhir program belajarnya.

ANBK berbeda dengan UN yang hanya mengukur satu jenjang kelas di setiap sekolah yakni kelas 6, kelas 9 dan kelas 12 dengan capaian secara individu yang diukur dari segi pengetahuan.

BACA JUGA:  Hari Pertama Sekolah, Orang Tua Khawatir Anak Tak Bisa Adaptasi

Ada tiga aspek yang diuji dalam ANBK, yaitu Asesmen Kompetensi Minimun (AKM), Survei Karakter, dan Survei lingkungan belajar.

Jadi, penilaian pembelajaran di sekolah tak hanya berdasarkan satu kali ujian, tetapi bagaimana input, proses, serta hasil yang dilakukan selama ini.

BACA JUGA:  Catatan Dahlan Iskan soal Kasus Sekolah SPI: Pagi Batu

Hasil ANBK diharapkan bisa menjadi dasar dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran sejak waktu yang lebih awal, yaitu sebelum masuk di tingkat terakhir di tiap jenjang pendidikan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.