GenPI.co – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, akan menghemat devisa mencapai Rp86 triliun hingga 2045.

Bahkan, ada penambahan devisa pada periode yang sama mencapai Rp19,6 triliun.

Usulan pembangunan KEK Sanur telah mendapat persetujuan dari Dewan Nasional KEK yang diketuai Menko Airlangga, Jumat (22/7).

BACA JUGA:  Mesin Bulog Mampu Olah Beras 6 Ton Per Jam

Selanjutnya Dewan Nasional KEK akan merekomendasikan kepada Presiden untuk menetapkan KEK tersebut melalui peraturan pemerintah karena telah memenuhi persyaratan keberhasilan pengembangan KEK.

“Dengan ini, Dewan Nasional menyetujui usulan KEK Sanur dan akan segera memfinalisasi peraturan pemerintah,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (23/7).

BACA JUGA:  Ungkap Kematian Brigadir J, Jenderal Andika Siap Turun Tangan

Dalam pengembangan KEK kesehatan pertama di Indonesia itu, pemerintah sedang membangun KEK Sanur yang berlokasi di Kota Denpasar, Bali.

KEK Sanur juga akan menjadi jawaban atas tantangan saat ini, yang mana banyak penduduk Indonesia lebih memilih untuk mendapatkan perawatan medis ke luar negeri.

BACA JUGA:  Xiaomi Note 10 Pro 5G Banting Harga, Murah Banget

Selain itu, dengan adanya pembangunan KEK Sanur diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja dan menghadirkan investasi baru.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.