GenPI.co – Ketua Program Studi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Rose Mini Agoes Salim mengatakan bahwa toxic parenting atau pola pengasuhan yang keliru menyebabkan renggangnya hubungan antara anak dengan orang tua.

Ia menjelaskan, renggangnya hubungan tersebut disebabkan sikap orang tua yang agresif, menekan, dan seolah paling mengerti atas anaknya.

Namun, hal itu justru membuat sang buah hati menjadi cemas, takut, dan tidak percaya diri karena khawatir akan membuat kesalahan saat melakukan sebuah tindakan.

BACA JUGA:  Ricardinho Main di Pendekar United, Media Portugal Tercengang

“Toxic parenting itu orang tua yang lebih banyak memberikan tekanan kepada anak agar mau mengikuti apa yang diinginkan atau apa yang dikatakannya. Anak tidak pernah bisa menjadi dirinya sendiri,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Lebih lanjut, anak yang mengalami toxic parenting berpotensi menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan penakut.

BACA JUGA:  Pentingnya Mengajarkan Minta Maaf kepada Anak, Ortu Wajib Tahu

Anak juga tidak mengetahui bahwa memiliki potensi yang tersimpan di dalam dirinya.

Ketika anak dewasa, hal itu akan berdampak pada ketidakmampuan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang dipilih atau ditekuni, karena terbiasa diarahkan dan diatur secara agresif oleh orang tua.

BACA JUGA:  Jelang Portugal vs Ceko, Cristiano Ronaldo Borong Rekor Gila

Menurut Rose, orang tua perlu memahami dampak buruk toxic parenting dan menyesuaikan pola asuh berdasarkan usia anak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.