MILAN, celebrities.id – Penjaga gawang Inter Milan, Samir Handanovic mengungkap sikap asli yang dimiliki striker Nerazzurri -julukan Inter Milan, Romelu Lukaku. Menurutnya, Lukaku suka marah-marah jika melewatkan pertandingan tanpa bermain.

Diketahui sebelumnya, Handanovic merupakan kiper asal Slovenia 38 tahun. Dia secara resmi menandatangani perpanjangan kontrak satu tahun dengan Nerazzurri awal Juli 2022. Dia pun siap untuk bersaing dengan Onana yang baru datang.

Memang, Handanovic terus menjadi kiper andalan dan kuat untuk Inter di musim lalu. Kemungkinan besar dia akan mempertahankan posisinya sebagai starter untuk sebagian besar musim depan. Sementara itu, Handanovic pertama kali membahas hubungannya dengan Inter dan sejarah dengan klub. Bagi pria asal Slovenia itu, berseragam Inter merupakan kehormatan dan kesenangan.

“Bagi saya berada di Inter sejak 2012 adalah kehormatan dan tanggung jawab, tetapi juga milik identitas. Jika saya bertahan begitu lama, itu karena saya bahagia di sini dan ada pertumbuhan berkelanjutan, milik saya dan klub,” tutur Handanovic, dilansir dari Football Italia, Kamis (21/7/2022).

“Saya tidak pernah lelah, gairah dan bersemangat itu penting. Ada sejarah di sini, saya tahu bahwa setelah masa-masa sulit, kemenangan akan datang,” kata Handanovic.

Selain itu, Handanovic juga memberikan pemikirannya tentang kembalinya Lukaku dari Chelsea setelah kepindahannya musim panas lalu. Menurutnya, kedatangan Lukaku bukanlah hal yang aneh di tanah Milan.

“Kembalinya dia tidak mengejutkan saya karena saya melihat bagaimana dia di Chelsea, saya mendengarkan wawancaranya yang terkenal, saya bisa merasakan melankolis dan nostalgia,” ujar Handanovic.

“Dia harus selalu tahu ruang ganti mana yang dia tuju dan Romelu tahu bahwa ruang ganti kami sehat, ceria, positif,” tuturnya.

Bahkan, Handanovic membeberkan sikap Lukaku yang sebenarnya. Dia menilai bahwa sering beralasan masalah ekonomi dalam hidupnya. Selain itu, Lukaku juga suka marah ketika melewatkan pertandingan tanpa bermain di lapangan.

“Dalam hidupnya, dia sering memilih alasan ekonomi pada awalnya, tetapi kemudian kesejahteraan selalu mengambil alih. Jika dia bahagia di satu sisi, itu normal dia ingin kembali. Saya tidak mengatakan apa-apa padanya, itu tidak perlu. Daripada aku menggodanya, dia masih marah jika dia melewatkan sedikit permainan! Seolah-olah dia tidak pernah pergi, dia adalah orang yang sama seperti sebelumnya, kemudian para pemain di lapangan akan berbicara,” kata Handanovic.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra


Artikel ini bersumber dari www.celebrities.id.