TRIBUNWOW.COM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak tentara Rusia untuk menyelamatkan diri.

Dilansir TribunWow.com, imbauan ini disampaikan setelah pasukannya melancarkan serangan untuk merebut kembali Ukraina selatan.

Di sisi lain, Moskow justru mengatakan telah berhasil menangkis serangan itu dan menimbulkan kerugian besar pada pasukan Kyiv.

Baca juga: Iming-imingi Warga Ukraina, Putin Tawarkan Kebebasan Tinggal di Rusia dan Bantuan Uang Bagi Lansia

Dilaporkan Al Jazeera, Selasa(30/8/2022), Ukraina mengatakan bahwa pasukan daratnya telah melakukan serangan untuk pertama kalinya setelah sebelumnya hanya melancarkan serangan udara di jalur pasokan Rusia.

Serangan darat itu terutama dilakukan di tempat penyimpanan amunisi dan jembatan di seberang Sungai Dnieper yang penting secara strategis.

“Jika mereka ingin bertahan, sudah waktunya bagi militer Rusia untuk melarikan diri. Pulanglah,” kata Zelensky dalam pidato rutinnya.

“Ukraina mengambil kembali (tanahnya) sendiri,” katanya, menambahkan bahwa dia tidak akan mengungkapkan rencana pertempuran Kyiv.

Sebagai tanggapan, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Selasa bahwa Rusia secara metodis melanjutkan rencananya di Ukraina.

“Semua tujuan kami akan tercapai,” tegas Peskov.

Gencarkan Serangan Balasan, Zelensky Gertak Pasukan Rusia untuk Segera Kabur dari Ukraina
Momen Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengunjungi garis depan konflik Rusia-Ukraina, Februari 2021. (YouTube AFP News Agency)

Baca juga: Kerahkan 50 Ribu Tentara, Rusia dan China akan Gelar Latihan Militer di Tengah Konflik Ukraina

Serangan balik Ukraina terjadi setelah beberapa minggu terjebak dalam perang yang telah menewaskan ribuan orang, menelantarkan jutaan orang, menghancurkan kota-kota dan memicu krisis energi dan pangan global di tengah sanksi ekonomi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia.

Rusia merebut sebagian besar wilayah selatan Ukraina dekat pantai Laut Hitam pada minggu-minggu awal perang enam bulan, termasuk di wilayah Kherson, yang terletak di utara Semenanjung Krimea yang dicaplok Rusia.

Ukraina, yang sekarang dipersenjatai dengan senjata canggih yang dipasok Barat, menganggap merebut kembali wilayah itu sebagai hal yang penting.

Hal ini dinilai dapat mencegah upaya Rusia merebut lebih banyak wilayah lebih jauh ke barat yang pada akhirnya dapat memutus aksesnya ke Laut Hitam.

Oleksiy Arestovych, penasihat senior presiden Ukraina, mengatakan pertahanan Rusia di Kherson telah diterobos dalam beberapa jam.


Artikel ini bersumber dari wow.tribunnews.com.