GenPI.co Bali – Pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) langsung menggalakkan program penanaman mangrove atau pohon bakau di Bali guna menghilangkan bahaya emisi karbon, Kamis (07/07/22).

Angela Herliani Tanoesoedibjo selaku Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi terkait melaksanakan kegiatan mulia ini di Buleleng.

Kemenparekraf RI menjalin kerja sama lintas lembaga dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Plataran Menjangan, Jejak In dan sejumlah LSM yang bergerak di bidang ekowisata.

“Kita perlu menerapkan prinsip berkelanjutan yang berkontribusi dalam pencegahan bencana. Jadi, kita menanam mangrove sebagai salah satu upaya berkontribusi terhadap perubahan iklim,” kata Wamenparekraf, Kamis (07/07/22).

Selain penanaman mangrove, langkah awal yang dilakukan adalah dengan meresmikan carbon footprint calculator (kalkulator jejak karbon) di lima destinasi.

Lima destinasi itu antara lain Plataran Menjangan Taman Nasional Bali Barat dan Mangrove Tembudan Berseri Berau Kalimantan Timur.

Kemudian Pantai Tiga Warna (Clungup Mangrove Conservation) Malang, Bukit Peramun Bangka Belitung dan Taman Wisata Mangrove Klawalu Sorong.

“Kehadiran kita di sini semoga bisa membuka mata tentang apa itu ecotourism. Tadi kita mengitari lokasi dan sempat berdiskusi bagaimana ekowisata diterapkan di Plataran Menjangan,” imbuhnya lagi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari bali.genpi.co.