Biaya Bengkak Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Pengamat Minta Audit - GenPI.co
Proses pembagunan kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB). ANTARA/PT.KCIC

GenPI.co – Pengamat kebijakan publik Fernando Emas mengatakan pembengkakan biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung mesti dianggap sebagai alarm.

Menurut dia, pemerintah sudah sepatutnya melakukan evaluasi dan audit atas membengkaknya biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Yang perlu disorot ialah menurut hitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pembengkakan biaya pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung mencapai USD 1,176 miliar atau setara dengan Rp 16,8 triliun,” ujar Fernando kepada GenPI.co, Kamis (4/8).

BACA JUGA:  Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditambah Rp 4,1 Triliun

Menurut dia, pembengkakan itu sudah sangat tinggi nilainya.

Fernando juga mengingatkan pemerintah bahwa pembengkakan biaya akan berpengaruh pada jadwal selesai dan mulai beroperasinya kereta cepat Jakarta-Bandung.

BACA JUGA:  Penumpang Kereta Api Diturunkan Karena Belum Booster, Kok Lolos?

“Jangan sampai proyek kereta cepat dengan biaya sangat tinggi itu hanya proyek ambisi pemerintah atau sekelompok orang saja yang tidak tepat guna,” ungkapnya.

Padahal, menurut dia, pembangunan tersebut mesti menghasilkan nilai ekonomis bagi Jakarta, Bandung atau daerah yang dilalui kereta cepat.

BACA JUGA:  China Minta Indonesia Bayar Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Fernando mengatakan pembengkakan biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung juga akan berpengaruh pada jangka waktu pengembalian utang, termasuk bisa berpengaruh pada harga tiket kereta cepat Jakarta Bandung.

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.