GenPI.co – Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengritik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang hingga kini masih belum menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo.

Seperti diketahui, sebelumnya kediaman Irjen Ferdy Sambo menjadi arena baku tembak Bharada E yang menewaskan Berigadir J.

Alhasil banyak spekulasi liar yang menyeret nama Irjen Ferdy lantaran kasus tersebut cukup alot dan banyak keterangan pihak Polri yang melompat-lompat.

BACA JUGA:  Kompolnas Mengejutkan Beber Kasus Penembakan di Rumah Ferdy Sambo

“Harusnya Irjen Ferdy Sambo ini dinonaktifkan dulu, diganti dengan jenderal yang senior juga. Kan, masih banyak letingan 91 dan lain-lain,” ujar Adib kepada GenPI.co, Senin (18/7).

Menurutnya, menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo akan menjadi langkah efektif agar penuntasan kasus berjalan lebih lancar.

BACA JUGA:  Kabar Terbaru Komnas HAM Kasus Penembakan di Rumah Ferdy Sambo

“Sebab, publik melihat seolah-olah ini Jenderal Ferdy Sambo ini dianakemaskan dan dilindungi lantaran belum diganti,” tuturnya.

Adib mengatakan, suka atau tidak suka masalah tersebut memunculkan banyak stigma negatif terhadap institusi Polri di mata publik.

BACA JUGA:  Timsus mendadak Batal Rapat Kasus Penembakan di Rumah Ferdy Sambo

“Itu, kan urusan internal. Akan tetapi terkesan lambat ditangani Polri. Oleh sebab itu, kapolri harus cepat melangkah dalam menanganinya,” ucap Adib.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.