GenPI.co – Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menyarankan Polri menggunakan pendekatan instrumen Scientific Crime Investigation (SCI) dalam mengungkap kasus penembakan Brigadir J oleh Bharada E.

Komunikolog Universitas Pelita Harapan (UPH) ini mengusulkan tim SCI terdiri atas para doktor kriminologi, ilmu kepolisian, komunikolog, sosiolog, antropolog, ilmu hukum, dan psikologi.

Emrus mengapresiasi langkah Kapolri yang telah menonaktifkan sementara Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri.

BACA JUGA:  Polri Diminta Bentuk Tim Baru untuk Autopsi Ulang Brigadir J

Penonaktifan Sambo, di mata Emrus, berdampak baik demi transparansi, akuntabilitas, dan objektivitas penanganan perkara.

“Ini sekaligus menunjukkan bahwa Polri tetap mengedepankan tindakan ‘presisi’,” ucapnya di Jakarta, Rabu (20/7/2022).

BACA JUGA:  Polri Buka-bukaan Siap Tampung Permohonan Keluarga Brigadir J

Menyoal asumsi liar di publik terkait penonaktifan Ferdy Sambo, Emrus berpandangan hal itu tergantung dari pendekatan yang digunakan.

“Kalau pendekatan yang kita pakai adalah pendekatan kuantitatif, maka memang fenomena satu dengan yang lain seolah berdiri sendiri atau parsial. Kalau pendekatan kualitatif, setiap fenomena tidak lepas dari fenomena lain, saling terkait satu dengan yang lain,” paparnya.

BACA JUGA:  Pengamat Puji Langah Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Ini Buktinya

Oleh karena itu, Emrus kembali menekankan penonaktifan sementara merupakan keputusan yang bijaksana agar yang bersangkutan bisa fokus mendalami dan memahami peristiwa tersebut.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Artikel ini bersumber dari www.genpi.co.