Washington: Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menuju ke Asia untuk bertemu dengan para pejabat dari Jepang, Korea Selatan, dan anggota G20 lainnya. Langkah itu dilakukan saat ia berusaha untuk membangun dukungan demi mewujudkan pembatasan harga minyak Rusia.
 
Departemen Keuangan AS mengatakan perjalanan itu, kunjungan pertama Yellen ke kawasan Indo-Pasifik sebagai menteri keuangan, terjadi di tengah pertanyaan yang mengganggu tentang seberapa baik pembatasan harga minyak Rusia dapat bekerja tanpa dukungan India dan negara lain yang sekarang membeli minyak murah Rusia.
 
Mengutip Channel News Asia, Selasa, 12 Juli 2022, Yellen akan mengadakan pertemuan bilateral di Tokyo pada 12-13 Juli sebelum bertemu dengan pejabat keuangan Kelompok 20 di Bali, Indonesia, dari 15-16 Juli. Hal itu diikuti dengan satu hari pembicaraan di Seoul pada 19 Juli.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Perjalanan itu adalah bagian dari dorongan yang lebih luas untuk menegaskan kembali peran kepemimpinan Amerika di kawasan dan global, memperluas dukungan untuk sanksi terhadap Rusia atas perangnya di Ukraina, dan memperkuat upaya untuk menanggapi Tiongkok yang semakin tegas,” kata Departemen Keuangan AS.

Amerika Serikat dan negara-negara kaya Kelompok Tujuh lainnya -Inggris, Kanada, Jerman, Prancis, Italia, dan Jepang, bersama dengan Uni Eropa- pekan lalu sepakat untuk menjajaki penerapan larangan pengangkutan minyak Rusia yang dijual di atas harga tertentu dalam upaya untuk mengurangi pendapatan Moskow dan menguras peti perangnya.
 

Ketika Uni Eropa bersiap untuk memberlakukan embargo bertahap pada minyak Rusia dan melarang asuransi maritim untuk setiap kapal tanker yang membawa minyak Rusia, Yellen melihat pembatasan tersebut sebagai cara untuk menjaga minyak tetap mengalir dan mencegah lonjakan harga yang dapat memicu resesi.
 

“Washington mengusulkan pengecualian harga yang akan membatalkan larangan asuransi maritim dalam kasus di mana batas harga diamati,” kata seorang pejabat senior Departemen Keuangan.
 

Rincian masih dikerjakan tentang bagaimana menyusun dan menerapkan batasan itu, dengan masing-masing negara perlu memutuskan pendekatannya sendiri. Beberapa pejabat Eropa mengatakan mereka skeptis tentang seberapa baik hal tersebut akan bekerja, lantaran tidak adanya India, Tiongkok, dan lainnya yang membeli sejumlah besar minyak Rusia yang didiskon.

 

(ABD)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.