Merdeka.com – Sejumlah tokoh politik Indonesia mulai dideklarasikan oleh masyarakat sebagai bakal calon presiden pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Seperti di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (Anis), mendeklarasikan diri mendukung Anies Baswedan maju sebagai bakal calon presiden, pada 2024.

Dalam deklarasi yang digelar di Taman Nostalgia, Sabtu (6/8), Koordinator Presidium Anies NTT, Muhammad Juhir usai pelantikan pengurus dan deklarasi dukungan mengatakan, dia akan menyiapkan struktur dan pengurus hingga tingkat kabupaten untuk bekerja memenangkan Anies Baswedan di wilayah NTT.

“Kita akan bentuk kepengurusan hingga tingkat bawah. Jadi 22 kabupaten dan kota di NTT pembentukan pengurus akan kita selesaikan dalam tahun 2022 ini,” jelasnya.

Muhammad Juhir menilai, Anies Baswedan merupakan Pancasila yang berjalan. Karena mampu menjalankan lima butir Pancasila secara baik, saat memimpin DKI Jakarta.

“Anies itu orang unggul karena terlihat dari demokratis, terbuka, santun dan Pancasilais. Pak Anies itu Pancasila yang berjalan, sila pertama itu dia tidak membedakan siapa-siapa. Program BOTI, bantuan operasi tempat ibadah, itu bagian dari sila pertama,” jelasnya.

Sedangkan sila kedua, Anies Baswedan tidak membedakan siapapun. Yang ketiga, semua kelompok, suku, agama dan golongan dirangkul olehnya dalam satu kesatuan.

“Yang keempat itu dia lakukan kolaborasi antara semuanya. Dia tidak bekerja sendiri, dia selalu tekankan untuk bekerja bersama. Sila kelima itu dia tekankan untuk tidak ada perbedaan, maupun kegiatan yang sifatnya hanya untuk satu kelompok,” ujar Muhammad Juhir.

Bidang Kajian Strategis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Anies, Mas’ud Ibnu Rasyid menambahkan, Anies Baswedan itu orang yang cerdas, santun, demokratis yang dibuktikan dalam bentuk kerja seperti kebijakan-kebijakan, yang menghadirkan keadilan dan kesejahteraan saat memimpin DKI Jakarta.

“Anies Baswedan mampu menerjemahkan pasal-pasal dan ayat-ayat dalam Pancasila itu dalam bentuk kebijakan-kebijakan, yang ditransformasikan dalam bentuk program-program berpihak kepada rakyat,” katanya.

Menurutnya, komposisi relawan Anies di tingkat DPP itu mayoritas orang di luar DKI Jakarta. Karena semua pengurus ingin seluruh masyarakat Indonesia turut merasakan pembangunan, yang dilakukan Anies Baswedan di ibu kota negara.

“Tugas kita setelah ini ingin samakan persepsi bahwa Anies ini produk unggul, yang sudah tidak capek dijual kepada masyarakat. Tapi agar kita terorganisir dengan baik, tidak ada konflik, tidak ada fitnah dan hoax maka diorganisir dalam bentuk relawan. Sehingga lima prinsip yang kami sampaikan tadi itu menjadi role model gerakan,” tutup Mas’ud Ibnu Rasyid.

[bal]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.