Jakarta: LinkAja mendukung adopsi penggunaan e-wallet, khususnya untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Para pelaku UMKM juga bisa memanfaatkan ekosistem BUMN untuk berbagai kolaborasi strategis dalam mengadopsi penggunaan pembayaran digital.
 

Chief of Finance & Strategy Officer LinkAja Reza Ari Wibowo, memaparkan strategi LinkAja pada tahun ini yaitu melalui 2-sided business model di sisi B2C atau Customer to Merchant (C2M) dan B2B atau Merchant to Merchant (M2M), yang akan meningkatkan profitabilitas perusahaan.
 
“Di sisi C2M melalui low cost user dan use-case yang profitable, dan di sisi M2M melalui fokus di rantai pasok digital dan tradisional, terutama di dalam ekosistem BUMN,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 September 2022.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di dalam ekosistem tradisional, ia menambahkan, LinkAja telah melakukan edukasi dan aktivasi terhadap para UMKM. Pada 2021, LinkAja berhasil mencatatkan peningkatan kinerja QRIS, yakni 600 persen kenaikan user dan 280 persen kenaikan merchants.
 
LinkAja juga melakukan kolaborasi dengan perusahaan BUMN untuk melakukan digitalisasi pada rantai pasok ekosistemnya dengan menyediakan layanan keuangan (pembayaran dan pembiayaan), sekaligus menjadi penyedia produk digital bagi pelaku UMKM. 
 
“Sebagai contoh, LinkAja telah melakukan digitalisasi terhadap lebih dari 300 ribu warung pulsa di ekosistem tradisional Telkomsel. Digitalisasi rantai pasok ini akan direplikasi ke ekosistem BUMN seperti toko bangunan, agen LPG, dan lain-lain,” ungkapnya.
 
Melalui kolaborasi dengan LinkAja, pelaku UMKM akan mendapatkan manfaat seperti meningkatkan penjualan, menyederhanakan penanganan uang tunai, mendapatkan pembayaran secara langsung dari para pembeli tanpa kasbon, hingga memantau kinerja bisnis mereka.
 

 
Head of Research ASEAN dari DealStreetAsia Andi Haswidi mengatakan, perlu pengadopsian e-wallet lebih luas lagi di Indonesia terutama di kalangan UMKM. Sebab ada potensi adopsi e-wallet sebagai salah satu metode pembayaran para pelaku UMKM tersebut. 
 
“Selain itu, kita juga dapat melihat apakah penggunaan transaksi e-payment menjadi lebih rutin, serta melihat perkembangan adopsi penggunaan QRIS di LinkAja mengingat QRIS juga menjadi salah satu agenda penting yang terus didukung oleh LinkAja,” pungkas dia.

 

(END)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.