Merdeka.com – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali menggelar workshop bagi Sahabat Jurnalis di PT Astra Daihatsu Motor-Technical Training Center, Sunter, Jakarta, kemarin (19/7).

Workshop ini bertema Sharing Technology dan Tips seputar transmisi New D-CVT mobil Daihatsu. Dijelaskan pengetahuan dasar teknologi otomotif terkini, mulai dari pengertian, fungsi, mekanisme, hingga tips & trick dalam merawat transmisi New D-CVT.

Transmisi merupakan salah satu bagian penting mobil yang berfungsi untuk meningkatkan torsi atau kecepatan, sehingga dapat menyesuaikan di mana pun mobil dikendarai. Daihatsu mengembangkan kualitas produknya, salah satunya komponen transmisi.

Baru-baru ini Daihatsu mengembangkan transmisi baru yang disebut “New D-CVT”.

Secara umum, transmisi New D-CVT atau Dual Mode Continuously Variable Transmission memiliki keunggulan, yakni lebih halus ketika berpindah gigi dan tingkat efisiensi bahan bakar lebih baik.

Sementara teknologi transmisi D-CVT terbilang baru di Indonesia, meski sudah diaplikasikan pada mobil Daihatsu terbaru: Rocky, All New Xenia, dan New Sirion.

Tipe transmisi ini memiliki mekanisme kerja dengan belt, seperti CVT konvensional. Namun, pembedanya adalah ada kombinasi dengan split gear yang sekaligus menjadi keunggulan sistem transmisi D-CVT. Yang mana saat kecepatan tinggi, perpindahan tenaga berpindah dari belt ke split gear, sehingga akselerasi mobil dapat maksimal dan menghemat konsumsi bahan bakar.

transmisi baru dual mode cvt atau d cvt milik daihatsu

©2022 Merdeka.com

Namun, penggunaan transmisi ini tidak jauh berbeda dengan transmisi otomatis pada umumnya. Yaitu mengoperasikan tuas transmisi pada posisi D (drive) pada saat berkendara, R (reverse) pada saat mundur, dan pada transmisi ini dibekali posisi S (sport) yang berfungsi untuk mendapatkan akselerasi lebih tinggi, serta posisi M (manual) yang memungkinkan pengemudi merasakan sensasi memindahkan gigi secara manual.

Bahkan di model New Sirion dilengkapi dengan posisi B (brake) untuk memaksimalkan engine brake ketika jalan menurunan.

Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division ADM, menjelaskan perawatan transmisi D-CVT terbilang mudah. Cukup lakukan dua hal yang harus dipastikan, yaitu melakukan pengecekan volume dan kualitas olinya secara berkala.

Yang mana pengecekan dilakukan setiap 20.000 km atau setiap 12 bulan. Dan penggantian olinya setiap 80.000 km atau 48 bulan, mana yang tercapai terlebih dahulu.

“Kami berharap workshop kali ini dapat memberikan pemahaman lebih baik tentang komponen, mekanisme kerja, perawatan, termasuk tips dan trick dalam penggunaan transmisi D-CVT. Tujuannya kendaraan kesayangan sahabat tetap dalam kondisi nyaman dan optimal,” pungkas Bambang.

[sya]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.