Strategi Flip Minimalkan Hidden Cost Masyarakat

Biaya hidup yang semakin meningkat mendorong masyarakat untuk berhemat dalam pengeluaran sehari-harinya. Apalagi ditambah isu resesi yang akan melanda Indonesia di tahun depan, membuat masyarakat harus mengencangkan ikat pinggang dalam memenuhi konsusmsinya. Biaya tersembunyi atau hidden cost merupakan pengeluaran yang kadang tidak disadari, bahkan biaya ini kadang bisa mencukupi kebutuhan makan dalam sehari bahkan seminggu.

Flip, perusahaan teknologi finansial, menawarkan teknologi untuk menghemat dan meminimalkan hidden cost dalam transaksi keuangan, termasuk untuk transfer antar bank dan isi ulang dompet digital (e-wallet). “Kami hadir membantu para pengguna Flip untuk berhemat dari hal terkecil, yaitu hidden cost yang mungkin cukup dikesampingkan oleh masyarakat,” kata Andri Rahmad Wijaya, Head of Marketing Flip dalam konferensi pers yang digelar pagi tadi (06/07/2022).

Sejak berdiri pada 2015, perusahaan yang didirkan oleh tiga sekawan: Rafi Putra Arriyan, Luqman Sungkar, dan Ginanjar Ibnu Solikhin ini telah memiliki 10 juta pengguna dengan total biaya hemat mencapai triliunan rupiah. Total hemat ini merupakan akumulasi biaya admin yang berhasil dihemat pengguna baik untuk transfer antar bank maupun top-up e-wallet.

Untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap brand, Flip menggelar kampanye #FlipWujudkanHematmu di media sosial  selama sebulan. Fase pertama digelar pada bulan Juni 2022. Caranya, peserta dapat mengunggah screenshot jumlah yang dihemat yang tertera pada aplikasi di Instagram Story atau Twitter. Pemenang kompetisi akan diumumkan pada 30 Juni 2022 mendatang.

“Ada ribuan partisipan yang telah mengikuti kampanye ini,” kata Adhitya Insan Mahaputra, Brand & Social Media Manager Flip. Melihat antusiasme yang besar, pihaknya berencana untuk melanjutkan kampanye fase kedua pada bulan Juli 2022.

“Untuk fase kedua ini mekanismenya kurang lebih masih sama. Hanya saja bagi pengguna yang belum menggunakan Flip, dapat mengunggah dan daftar terlebih dahulu, kemudian melakukan transaksi minimal satu kali, lalu bisa tunjukkan screenshot halaman utama aplikasinya ke Twitter dan Instagram,” kata dia menambahkan.

Kompetisi fase kedua ini dilaksanakan pada 1 Juli hingga 28 Juli 2022, sementara pengumuman pemenang akan dilakukan pada 29 Juli 2022. Pada kompetisi fase kedua ini, Aditya optimis akan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Namun sayangnya, dia tidak menyebut jumlah pasti masyarakat yang ditargetkan untuk mengikuti kampanye ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.