Merdeka.com – Jumlah jemaah yang menjalami safari wukuf bertambah. Total 136 jemaah menjalani safari wukuf berdasarkan pendataan akhir hari ini, Jumat (8/7).

Jemaah safari wukuf dibawa menggunakan 10 bus dan 4 ambulans. Jemaah tidak diturunkan dari kendaraan, hanya berdiam beberapa saat.

MD, salah satu jemaah yang disafariwukuf lega dan senang karena satu tahapan dari rangkaian puncak haji sudah selesai. “Yang saya rasakan, ini adalah bentuk kasih sayang Allah terhadap saya melalui perantaraan tenaga kesehatan,” ujarnya usai mengikuti safari wukuf di Arafah, Jumat (8/7).

Sepanjang menjalani proses safari wukuf, MD tak putus-putusnya memanjatkan doa. Jemaah 64 tahun asal Sulawesi Salatan ini juga menyinggung masalah taubat. Dia merasa mendapat kasih sayang sekaligus ujian atas dosa yang pernah dibuatnya.

Jemaah lainnya, SHDR, juga merasakan senang dengan selesainya Safari Wukuf. Jemaah asal Padang ini mengaku semangat meski hanya mengikuti safari wukuf dari atas mobil.

“Alhamdulillah meski sakit bisa mengikuti safari wukuf, walaupun hanya di atas bus. Yang penting kami semangat, walaupun kami sakit,” jelasnya.

“Petugas yang mengurus kami, kami doakan juga semoga sehat selalu. Aamiin.”

Adapun rincian jemaah yang disafariwukufkan, 104 dalam kondisi duduk, 31 orang dalam kondisi baring. Mereka diberangkatkan dari KKHI. Sementara 1 jemaah lainnya disafariwukufkan dari RS Arab Saudi.

Selain jemaah sakit yang terpaksa disafariwukufkan, dilakukan pula badal haji pada jemaah yang wafat dan sakit berat.

Adapun jemaah wafat dan harus dibadalkan berjumlah 29 orang. Sementara jemaah sakit berat yang dibadalkan, 10 orang dirawat di KKHI Makkah. Serta 10 jemaah yang dibadalkan adalah yang menjalanu perawatan di RS Arab Saudi 12 orang. Sehingga total jemaah dibadalkan 51 orang.

Alur Jemaah Safari Wukuf

Safari wukuf diawali dengan niat haji di atas bus. Setelah semua jemaah ditempatkan di bus, konsultan atau pembimbing ibadah memandu pembacaan niat.

Sepanjang jalan menuju Arafah, jemaah melantunkan zikir dan talbiyah. Setibanya di Arafah, dan setelah masuk Zuhur, dibacakan khutbah wukuf.

Salah satu khotib di bus 1 adalah KH Wazir Ali. Dalam pesannya, Kyai Wazir berpesan bahwa Arafah sebagai hari teramat mulia. Allah mengabulkan doa yang dipanjatkan hamba-Nya

“Tanah Arafah diimpikan berjuta umat Islam di seluruh dunia. Tanah yang pada hari ini, Allah janjikan untuk menjauhkan kita dari api neraka,” ujarnya.

Menurutnya, Rasul bersabda, “Tidaklah Allah membebaskan hamba-hambaNya dari neraka melebihi ketika Hari Arafah.”

Lantas, siapa yang Allah pilih diampuni dosa-dosanya? Rasul bersabda, “Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah dan tidak berbuat haram dan dosa, niscaya keluarlah ia dari segala dosanya seperti hari ketika ia dilahirkan.”

Di hari Arafah, Khotib mengajak jemaah safari wukuf untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Penerima Taubat agar disucikan dari noda, diampuni dari segala dosa.

Usai khutbah, para petugas, baik dari Kemenag maupun Kemenkes, serta jemaah menunaikan Salat Jamak Takdim Qashar, Zuhur dan Ashar. Jemaah menunaikan kewajian salat dengan bertayammum lalu salat sesuai posisi duduk atau baringnya.

Setelah salat, semua berdoa dan berzikir. Pukul 15.00, bus safari wukuf meninggalkan Arafah menuju KKHI.

Baca juga:
Memaknai Prosesi Wukuf di Momen Haji Akbar
Tangis Jemaah Haji Panjatkan Doa di Jabal Rahmah
Aktivitas Jemaah Haji Indonesia Menanti Wukuf: Mengaji dan Beristirahat
Aktivitas Jemaah Haji Indonesia Menunggu Waktu Wukuf di Arafah
Keseruan Ridwan Kamil di Tanah Suci, Bertemu Jemaah hingga Makan Bakso Bareng


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.