Merdeka.com – Vaksin produksi dalam negeri Inavac dapat digunakan sebagai vaksin booster atau dosis penguat untuk remaja pada akhir tahun 2022. Izin penggunaan darurat dari BPOM pada vaksin ini diharapkan terbit pada September 2022 mendatang.

“Booster heterologus Inavac bisa digunakan akhir tahun ini untuk remaja. Izin Penggunaan Darurat (EUA)-nya ditargetkan rilis pada September 2022 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” kata Direktur Utama PT Biotis Pharmaceutical Indonesia, FX Sudirman, dalam agenda Lokakarya Pengembangan Obat Dalam Negeri di Hotel Ayana MidPlaza Jakarta, Jumat (26/6).

Vaksin Inavac merupakan merek dagang dari Vaksin Generik Merah Putih berplatform inactivated virus yang dikembangkan Tim Peneliti dari Universitas Airlangga (Unair). Bekerja sama dengan penyedia fasilitas produksi PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.

Inavac mulai dikembangkan sejak 12 Mei 2020. Saat ini, telah memasuki uji klinik tahap akhir atau ketiga yang melibatkan 4.005 subjek untuk injeksi kedua dosis primer.

FX Sudirman mengatakan, penelitian dosis primer itu dirangkai dengan penelitian booster pada anak, remaja dan dewasa.

“Sekarang yang dilakukan adalah penelitian untuk dosis primer pada dewasa,” katanya.

Rencananya, booster Inavac bersifat heterologus atau campuran vaksin dengan merek atau platform yang berbeda.

“Uji klinisnya berjalan paralel dengan booster heterologus, jadi vaksin Sinovac bisa menggunakan Inavac,” katanya.

Menurut FX Sudirman, seluruh tahapan protokol pelaksanaan uji klinis didiskusikan secara berkala dengan BPOM. Fasilitas produksi PT Biotis Pharmaceutical Indonesia di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah memulai persiapan produksi. Pada tahap awal ditargetkan 5 juta dosis vaksin primer.

“Kami sudah mulai exercise untuk produksi, melalui pemberian sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) beberapa waktu lalu. Misalnya EUA dapat, kami bisa percepat produksi, tapi kalau belum dapat EUA, tahun depan kami rilis,” ujarnya.

“Tunggu tanggal mainnya saja. Semuanya secara bertahap,” tegas FX Sudirman. [lia]

Baca juga:
Mengenal Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia, Indovac dan Inavec
Aturan Perjalanan Terbaru: Syarat Tes PCR-Antigen Dihapus, Orang Dewasa Wajib Booster
Menkes Ungkap Ada Varian Baru Covid-19 Pada Awal 2023
Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Turun 540 Per 23 Agustus 2022
Jika ini Terjadi, Vaksin Covid-19 Tak Lagi Gratis
KAI Buka Layanan PCR Biaya Rp195.000 dan Vaksinasi Covid-19, Berikut Lokasinya


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.