Jakarta: Sejumlah isu menjadi yang terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id sepanjang Rabu, 21 September 2022. Mulai dari update pasien covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, hingga kasus dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe.

Berikut tiga berita terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id:

  • Bertambah Lagi, 41 Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

Sebanyak 41 orang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta pada Rabu, 21 September 2022. Seluruh pasien rawat inap menempati Tower 5, 6, dan 7.
 
“Jumlah itu bertambah tujuh hari sebelumnya,” kata Pegawai Harian Lepas (PHL) Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Septiono Prayogo (Yoga) dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 September 2022.
 

Yoga memerinci pasien covid-19 terdiri dari 26 pria dan 15 perempuan. Sebanyak 166.010 pasien terdaftar di fasilitas kesehatan rujukan covid-19 tersebut sejak 23 Maret 2020.
 
Selengkapnya baca di sini

  • Airlangga Buka Peluang Kembali Bertemu Prabowo, Pertanda Apa?

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan masih terbuka peluang untuk kembali bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Ia mengatakan Golkar terus menjajaki partai politik guna menyongsong Pemilu 2024.
 
“Kita masih terbuka. Kita masih berbicara dengan partai-partai,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 September 2022.
 
Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perkeonomian) itu bertemu dengan Prabowo di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Senin, 19 September 2022. Dalam pertemuan tersebut, Airlangga mengaku banyak bicara soal geopolitik dengan Menteri Pertahanan itu. 
 
Selengkapnya baca di sini

  • Mengaku Bersahabat, Tito Ogah Ikut Campur Urusan Hukum Lukas Enembe

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku bersahabat dengan Lukas Enembe. Namun, dia enggan ikut campur soal proses hukum Gubernur Papua tersebut.
 
Hal itu disampaikan Tito karena namanya yang disebut-sebut tim kuasa hukum Lukas. Tim kuasa hukum menyebut kliennya dikriminalisasi dan dipolitisasi.
 
“Saya sebenarnya berhubungan dengan sangat baik dengan yang bersangkutan, sahabat saya lama. Tapi kan kalau sudah masalah hukum saya enggak bisa ikut campur,” kata Tito di sela rapat kerja (raker) bersama Komisi II di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 21 September 2022.
 

Selengkapnya baca di sini

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

(AZF)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.