Platform Musik Dangdut dengan Teknologi Meta-Human Denny Caknan bersama karakter virtual influencer musik dangdut Laverda Salsabila

Meningkatnya tren lagu dangdut di kalangan masyarakat belakangan ini menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan inovasi di ranah musik dangdut agar semakin digemari. Denny Caknan, pegiat musik dangdut di Indonesia, melakukan terobosan dengan menghadirkan platform musik dangdut dengan teknologi Mea-human.

Di bawah bendera PT Ujung-Ujungnya Dangdut (UUD) yang berdiri sejak Agustus ini, musik dangdut disuguhkan dengan kecanggihan teknologi modern dan disenandungkan oleh virtual influencer. Denny berkolaborasi dengan insan dan perusahaan kreatif lokal yaitu Scale Up Indonesia, Future Creative Network, dan Genexyz dalam menghadirkan platform ini.

UUD memasukkan unsur teknologi dan menciptakan meta-human atau yang kerap disebut juga virtual influencer dangdut pertama di dunia. Virtual influencer adalah karakter digital yang dikembangkan melalui efek visual komputer untuk meniru influencer pada media sosial.

Nantinya, mereka juga akan aktif di berbagai platform media sosial dan memiliki kegiatan layaknya seorang selebriti. Karakter pertama yang diciptakan adalah Laverda Salsabila yang memiliki motto be very local, stay humble, and approachable character dan staying true to Indonesian roots dalam memperkenalkan UUD ke mancanegara.

Sebagai langkah pertama perkenalan akan modernisasi musik dangdut, UUD akan mengadakan tur offline ke 7 hingga 8 kota di Indonesia pada kuartal keempat tahun ini.

UUD juga berencana akan mengundang sejumlah musisi ternama, salah satunya adalah Denny serta beberapa artis lainnya untuk mendukung kemeriahan mega tur tersebut. Juga dalam rangka membangun awareness platform ini akan menggelar ajang pencarian bakat untuk talenta-talenta terbaik di tanah air, khususnya di bidang musik dangdut melalui platform digital tersebut.

“Kami memiliki keinginan untuk memperkenalkan musik dangdut secara luas sehingga dapat diterima oleh masyarakat dunia. Dengan menghadirkan Lav Caca, penyanyi dangdut metahuman pertama dari Indonesia, kami berharap dapat menjadi salah satu ikon dangdut baru yang relevan di mata masyarakat, khususnya generasi muda”, ungkap Denny Caknan, salah satu inisiator dari PT Ujung-ujungnya Dangdut.

Projek ini diharapkan dapat menjadi ujung tombak skena musik dangdut Indonesia untuk siap dibawa ke dunia internasional di tahun mendatang.

Dia berharap tahun ini platform Ujung-Ujungnya Dangdut mampu menjangkau seluruh masyarakat Indonesia dan mengajak setiap orang untuk mengenal platform ini dengan baik. “Selanjutnya, di tahun depan kami juga akan mempersiapkan diri dalam hal memperkenalkan Ujung-Ujungnya Dangdut ini ke beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina,” tandas Denny.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.