Perjalanan Bisnis Sang Entrepreneur Sejati

Judul           : Buntoro, Pendiri Rita Group, Dari Nol Menjadi Mall

Penulis       : Sujatmaka & Indah Nuritasari

Penerbit     : PT Swasembada Media Bisnis

Cetakan     : Pertama, Januari 2022

Tebal                 : 186 halaman

Ini bukan kisah dari negeri dongeng, melainkan sebuah fakta. Kisah ini diawali pada 1940 ketika seorang gadis bernama Wong Fie Joen dari Desa Meixian, Provinsi Kanton, Tiongkok, menikah dengan seorang pria bernama Tjong Kie Lin. Sebulan setelah menikah, sang suami meninggalkan istrinya untuk merantau ke Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di Purwokerto. Indonesia pada saat itu berada dalam penjajahan Belanda dan Jepang.

Sepuluh tahun kemudian, pada 1950, setelah Indonesia merdeka, sang istri dengan menumpang kapal kecil melintasi lautan untuk menyusul suaminya. Perjalanan susah payah itu memakan waktu sekitar satu bulan untuk tiba di Purwokerto guna berkumpul dengan sang suami. Di kota yang terkenal dengan makanan cemilan mendoan itu, pasangan ini hidup sederhana di sebuah rumah kontrakan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sang suami menjajakan kue apem dengan menggunakan sepeda ontel.

Tahun 1963, saat Wong Fie Joen mengandung anak bungsunya (anak ke-7) dan kehamilan memasuki bulan ketiga, Tjong Kie Lin jatuh sakit dan akhirnya dipanggil Sang Pencipta pada usia 49 tahun. Fie Joen sangat terpukul kehilangan suami tercinta. Beban mengurus enam anak yang masih kecil-kecil dan kandungannya yang makin membesar, membuat fisiknya melemah. Ia hampir putus asa dan menyerah. Kala itu anak keduanya, Buntoro, yang baru duduk di kelas 5 SD, terpaksa berhenti bersekolah demi membantu sang ibu mencari nafkah.

Singkat cerita, Buntoro yang menjadi yatim sejak usia delapan tahun dan menggantikan peran sang ayah menjajakan kue dengan sepeda ontel (satu-satunya peninggalan ayahnya), kini adalah pemilik Rita Group dengan sembilan lini bisnis yang menaungi ribuan karyawan. Rita Group antara lain membawahkan Rita Super Mall yang menjadi ikon Kota Purwokerto, jaringan Rita Pasaraya di sejumlah kota, bisnis resto, real estate, dan hotel. Inilah hasil perjuangan, penderitaan, dan pengorbanan dari seorang entrepreneur sejati bernama Buntoro, yang hanya mengenyam pendidikan formal hingga kelas 5 SD.

Buku ini menjawab pertanyaan bagaimana Buntoro yang seorang otodidak mewujudkan mimpi besarnya. Selain faktor kegigihan, keuletan, pengorbanan, dan kesederhanaan, sejumlah karakter yang dimiliki Buntoro ⸺dirangkum dari pendapat karyawan, rekan bisnis, teman masa kecil, saudara kandung, anak, dan para tokoh penting relasi Buntoro⸺ dapat merekonstruksi apa saja benang merah yang mengantarkan keberhasilan Buntoro.

Pesan ayah Buntoro yang berbunyi “Cukuplah generasi ayah yang hidup miskin, generasi anak-anak tidak boleh lagi ada yang melarat,” sangat kuat melekat pada benak Buntoro dan menjadi energi luar biasa dalam mewujudkan keberhasilan bisnis.

Buku ini bisa menjadi inspirasi ciamik bagi siapa saja yang sedang giat membangun bisnis. (*)

www.swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.