Wasior: Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, berupaya menambah kuota BBM bersubsidi terutama untuk jenis Pertalite di wilayah itu menyusul tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi dalam aktivitas ekonomi mereka.
 
Sekda Teluk Wondama Denny Simbar mengatakan kuota BBM bersubsidi jenis Pertalite untuk Kabupaten Teluk Wondama sebelumnya sempat dipangkas 120 kilo liter (kl) sejak beberapa tahun lalu. Alhasil, saat ini kuota BBM subsidi jenis Pertalite yang masuk ke Wondama hanya sebanyak 300 kl per bulan.
 
“Kami akan bersurat ke BPH Migas untuk paling tidak kembalikan kuota Pertalite 120 kiloliter yang dikurangi,” kata Denny, usai rapat di aula Sasana Karya Kantor Bupati Teluk Wondama, Sabtu, 17 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Pemkab Wondama juga meminta Agen Premium, Minyak dan Solar (APMS) menambah pasokan BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Dexlite ke Wondama.
 

Hal itu agar kelompok yang tidak berhak seperti para pengusaha dan orang kaya, perusahaan swasta, termasuk kendaraan pelat merah tidak lagi menggunakan BBM subsidi.
 
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stok BBM di Wondama tetap tersedia sehingga tidak menimbulkan kelangkaan menyusul pemberlakuan kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi oleh pemerintah.
 
Berkaitan dengan itu, Bupati Teluk Wondama Hendrik Mambor meminta Dinas Perindagkop agar menghitung ulang besaran kebutuhan BBM yang diperlukan masyarakat di wilayahnya sehingga bisa diketahui berapa kuota tambahan yang diperlukan.
 
“Hitung ulang kebutuhan rill kita itu berapa. Apakah dengan mengembalikan 120 kl (kuota yang dipangkas sebelumnya) itu sudah cukup atau jangan-jangan kita perlu tambah lagi di atas itu,” kata Mambor.
 
Pihak PT Papua Bumi Kasuari selaku agen SPBU Kompak di Teluk Wondama dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa selain BBM subsidi, mereka juga akan memasok BBM nonsubsidi ke Wondama.
 

Direktur PT PBK Fery Auparay mengatakan, pihaknya akan mengupayakan supaya pasokan Pertamax dan Dexlite dari Manokwari bisa terus masuk ke Wondama.
 
“Dalam beberapa waktu ke depan, kita akan kirim Dexlite 15 kl dan Pertamax 15 kl,” terang Auparay yang mengikuti rapat secara virtual.
 
Melalui Surat Edaran Bupati Teluk Wondama telah ditetapkan HET (harga eceran tertinggi) dan HEN (harga eceran nyata) untuk BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Solar.
 
HET di tingkat agen SPBU Kompak atau APMS tetap sama secara nasional yakni Pertalite 10.000 perliter dan solar Rp6.800 perliter.
 
Sementara HEN dibuat bervariasi sesuai dengan jarak dari pangkalan utama serta karakteristik wilayah masing-masing.
 
HEN terendah di Distrik Wasior yakni Rp11.500 perliter dan tertinggi di Distrik Rumberpon sehargaRp13.800 perliter untuk Pertalite dan Rp9.600 perliter untuk Solar.
 

(MEL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.