Pebisnis Muda Ini Bantu Ekspor Produk UMKM Indonesia ke Balkan

Di era keterbukaan informasi serta perkembangan teknologi yang membuat jarak tak lagi menjadi halangan membuat Michael Jonathan berniat membuka peluang bagi pengembangan kewirausahaan di Indonesia. Ceritanya, selama kuliah S2 di University of Ljubljana di Slovenia, Michael kerap mendapatkan produk Indonesia diminati oleh teman-temannya.

Bahkan ketika travelling ke negara tetangga seperti Serbia dan Kroasia, ternyata produk-produk asal Indonesia yang dia bawa juga diminati  oleh teman-temannya. Hal ini yang kemudian membuatMichael bersama temannya sesama alumni Prasetiya Mulya Business School dulu berinisiatif membuat Projek ID2EU.

Melalui projek ini, Michael dan kolega akan membantu ekspor produk UMKM Indonesia ke pasar Eropa terutama Eropa Timur & Balkan. Saat ini Michael telah berkonsultasi dengan kantor perwakilan Uni Eropa di Ljubljana, Slovenia serta Departemen Perdagangan Republik Slovenia akan kemungkinan hal itu dan outlook-nya cukup bagus.

Tak sendiri, Michael menggandeng rekannya yang bernama Stefano untuk merekrut produk-produk UMKM di Indonesia yang memenuhi kriteria. Pria tamatan S1 dari Prasetiya Mulya Business School ini memang berorientasi pada kewirausahaan dan terlahir di keluarga dengan kultur kewirausahaan yang sangat kuat. Hal ini yang menjadikan Michael memiliki intuisi bisnis kuat.

Sepak terjang Michael di dunia pengembangan bisnis (business development) dan kewirausahaan sudah berlangsung sejak lama. Dia berhasil mengembangkan perusahaanya PT Velikaya Slava Digital dari kecil hingga memiliki banyak klien internasional.

Bahkan, beberapa  saat sebelum melanjutkan studi Master di University of Ljubljana – Slovenia, dia diundang untuk bekerja sebagai konsultan pengembangan bisnis (Business Development Consultant) di perusahaan startup bidang kargo & asuransi.

“Saya senang melakukan hal itu. Sebab, beranggapan di mana pun saya bekerja sekarang ini adalah perusahaan milik saya sendiri. Bagi saya, prinsip  itu salah satu kunci dalam bekerja sebagai konsultan pengembangan bisnis,” dia menuturkan dalam keterangan tertulis di Jakarta (5/7/2022).

Tahun 2019, Michael berhasil dipilih oleh bioskop CGV Indonesia dalam program CGV Kreasi Movie Corner yang menampilkan karya film para Sstradara muda Indonesia. Dia bersama rekan-rekannya menggarap film layar lebar bertema wirausaha muda, dengan visi agar semakin banyak generasi milenial Indonesia yang bercita-cita menjadi pengusaha & agar produk UMKM Indonesia bisa go global.

Baginya, meningatkan entrepreneurship rate penting untuk meningkatkan kesejahteraan & membuka lapangan kerja. Indonesia jauh tertinggal dibanding Malaysia / Singapura dalam hal ini. Salah  satu faktornya mungkin masyarakat Indonesia kebanyakan masih bercita-cita jadi pegawai negeri.

Padahal, bila melihat contoh di Eropa: Slovenia dan Kroasia adalah negara dengan kultur kewirausahaan yang cukup kuat. Tak heran, jika di antara negara pecahan Yugoslavia lainnya mereka cukup makmur. “Sejauh ini, visi saya adalah bagaimana meningkatkan entrepreneurship rate Indonesia & daya saing produk UMKM Indonesia,” tuturnya.

Swa.co.id


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.