Merdeka.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partai berlambang banteng moncong putih tidak mau terburu-buru dalam menentukan arah koalisi, dan ingin memastikan setiap tahapan Pemilu 2024 telah dijalankan sebaik mungkin.

“Nanti itu ada tahapan-tahapannya kan. Tahapan itu sekaligus pengaturan suatu energi nasional kita, di mana kita kampanye, di mana kita pendaftaran. Itu semua sudah diatur dan kami mengikuti setiap tahapan. Kami selalu mencoba menjadi yang pertama,” kata Hasto di Gedung DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (31/7).

Untuk pendaftaran Capres-Cawapres, lanjut Hasto, seluruhnya tentu menunggu momentum yang ada. Terkait calon legislatif (Caleg) pun akan ada perhitungannya sendiri.

“Nanti pada saat pendaftaran Caleg, pendaftaran Capres dan Cawapres karena ada hitung-hitungannya, ada momentumnya, ada kalkulasinya. Itu sesuai dengan tradisi kita sebagai kebudayaan yang mewarisi kebudayaan Nusantara, pendaftaran Caleg, pendaftaran Capres-Cawapres itu nanti ada hitungan-hitungan hari,” jelas dia.

Adapun soal komunikasi politik, PDIP menyatakan sudah banyak melakukannya. Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Fraksi PDIP di DPR, Utut Adianto pun kerap berkomunikasi dengan fraksi partai lain.

“Mbak Puan sebagai Ketua DPR juga membangun komunikasi yang intens, baik secara vertikal maupun horizontal dengan jajaran pemerintah negara maupun partai dan pimpinan fraksi,” kata Hasto.

Lebih lanjut, kerja sama partai politik lain yang kini tengah dibangun dinilainya sebagai hal yang baik. Dengan begitu, seluruhnya dapat bersama-sama menunjukan prestasi yang telah dibuat ke masyarakat.

“Sehingga nanti Pemilu itu nanti menjadi orkestrasi dari prestasi. Itu yang harusnya dibawa dalam peningkatan kualitas demokrasi kita. Orkestrasi dari gagasan di dalam membangun kemajuan Indonesia Raya itu yang disiapkan oleh PDIP. Nanti ada waktunya kan. Kita sekarang sudah bekerja sama dengan Golkar, Gerindra dengan PKB, PPP dengan NasDem kemudian PAN terakhir, jadi tidak ada masalah kerja sama dengan PDIP,” ujarnya.

Menurut Hasto, PDIP terus mencermati kondisi politik yang ada agar menghasilkan Pemilu yang efisien, efektif dan mampu melahirkan sosok pemimpin nasional yang hebat. Perbedaan pandangan dan ideologi dalam politik turut disebut sebagai hal yang wajar.

“PDIP berbeda dengan PKS, PDIP berbeda (dengan) Demokrat. Itu hal yang biasa dalam politik sebagai diferensial sehingga rakyat punya pilihannya. Tapi PDIP mengedepankan semangat gotong royong untuk bangsa dan negara,” Hasto menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

[cob]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.