Petaling Jaya: Anggota Parlemen Pasir Salak, Tajuddin Abdul Rahman disebut-sebut tidak akan menjadi duta besar Malaysia untuk Indonesia. Hal ini terjadi setelah Putrajaya memutuskan menarik pencalonannya.
 
Free Malaysia Today (FMT), Senin, 11 Juli 2022 melaporkan, seorang sumber mengatakan bahwa nama Tajuddin tidak ada dalam daftar terbaru dari mereka yang akan menerima surat pengangkatan sebagai duta besar. Surat tersebut akan diserahkan oleh Yang di-Pertuan Agong pada Selasa, 12 Juli 2022.
 
Saat dihubungi FMT, sumber pemerintah yang mengetahui masalah tersebut membenarkan. Ia mengatakan, Putrajaya ‘berubah hati’ atas penunjukan Tajuddin.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Makanya, namanya (Tajuddin) tidak masuk dalam daftar terakhir utusan yang akan menerima ‘surat watikah’ (surat kepercayaan) mereka dari Yang di-Pertuan Agong (raja) besok,” sambung sumber tersebut.
 
Namun, Malaysian Insight – mengutip sumber yang dekat dengan Kantor Perdana Menteri – mengatakan, penunjukan itu ‘masih sesuai rencana’ dan surat penunjukannya hanya tertunda.
 
Bulan lalu, anggota parlemen yang kontroversial itu mengkonfirmasi bahwa ia akan ditunjuk sebagai utusan Malaysia untuk Indonesia. Saat dihubungi, Tajuddin mengatakan tidak tahu apakah pengangkatannya telah dibatalkan dan meminta FMT untuk menghubungi pemerintah sebagai gantinya.
 
“Tidak ada komentar. Tanya ke menteri luar negeri atau perdana menteri,” katanya.
 
Namun, Menteri Luar Negeri Saifuddin Abdullah dan wakilnya Kamaruddin Jaffar tidak berkomentar terkait hal ini.
 
Penunjukan Tajuddin memang mengundang kritik dari beberapa kalangan, termasuk anggota parlemen, mantan diplomat, politisi dan masyarakat sipil. Bahkan, sebuah petisi juga telah diluncurkan di Change.org untuk menyerukan agar penunjukan Tajuddin sebagai duta besar untuk Indonesia dibatalkan, mengumpulkan lebih dari 35.000 tanda tangan pada hari ini.
 
Ada seruan yang berkembang agar penunjukan mantan anggota Dewan Tertinggi UMNO dibatalkan, terutama setelah konferensi pers Tajuddin akhir bulan lalu di mana dia menyerukan Ahmad Zahid Hamidi untuk mundur sebagai presiden partainya.
 
Anggota DAP Bukit Bendera Wong Hon Wai mengatakan Tajuddin tidak memiliki keterampilan diplomatik yang diperlukan untuk pekerjaan itu dan telah membuktikan dirinya tidak layak untuk peran duta besar.
 
Baca:  Dubes Baru Malaysia untuk Indonesia Kesal Banyak Dikritik

 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.