Seoul: Menteri Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) Park Jin bertolak menuju Tokyo pada Senin ini, 18 Juli 2022, dalam upaya memulihkan hubungan negaranya dengan Jepang. Ia mengaku berangkat dengan membawa sebuah pesan rekonsiliasi dari Presiden Korsel Yoon Suk-yeol.
 
Sejak masa kampanye hingga menjadi presiden, Yoon bertekad memulihkan hubungan Korsel-Jepang yang cenderung buruk dari waktu ke waktu akibat sejarah kelam di era Perang Dunia II.
 
Hubungan kedua negara memburuk karena berbagai isu, mulai dari kerja paksa di era perang hingga masalah ekspor. Namun belakangan, Korsel-Jepang mulai memperlihatkan ketertarikan untuk memperbaiki hubungan bilateral.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kunjungan perdananya ke Jepang sejak Yoon menjadi presiden pada Mei lalu, Park dijadwalkan bertemu Menlu Yoshimasa Hayashi hari ini. Ia mengatakan kepada awak media di bandara bahwa dirinya akan menginformasikan Jepang mengenai keinginan kuat Yoon untuk memperbaiki hubungan kedua negara.
 
Amerika Serikat (AS), yang memiliki aliansi terpisah dengan Korsel dan Jepang, terus mendorong Seoul dan Tokyo untuk memperbaiki hubungan demi memastikan adanya kerja sama yang lebih baik dalam menyikapi berbagai isu, termasuk soal Korea Utara (Korut) dan Tiongkok.
 
Dikutip dari The Straits Times, sejumlah pejabat Korsel berharap kunjungan Park dapat berujung pada dialog tingkat tinggi yang diharapkan mampu membuat semacam terobosan.
 
Pekan kemarin, seorang pejabat senior Jepang mengatakan bahwa Park dan Hayashi akan berdialog serius perihal kerja paksa di era perang, sebuah isu yang tertunda sebelum naiknya Yoon sebagai presiden.
 
Seperti Korsel, Jepang juga memandang pemulihan hubungan sebagai sesuatu yang penting. Namun di waktu bersamaan, Tokyo juga ingin agar Seoul mampu menyelesaikan berbagai sengketa, termasuk mengenai perintah pengadilan Korsel untuk menyita aset beberapa perusahaan Jepang yang dituduh tidak membayar kompensasi kepada korban kerja paksa di era kolonial.
 
Mahkamah Agung Korsel diperkirakan akan membuat keputusan final mengenai likuidasi aset sejumlah perusahaan Jepang tersebut pada Agustus atau September mendatang. Jepang memperingatkan akan adanya konsekuensi serius jika MA Korsel mempertahankan putusan likuidasi tersebut.
 
Baca:  Warga Korsel Tuntut Jepang Minta Maaf soal Isu Budak Seks Perang Dunia II
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.