Jakarta:  Kementerian Agama (Kemenag) memberikan kesempatan kepada Mahasiswa Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) pada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan Sandwich ke luar negeri.  Program Sandwich adalah pendidikan atau riset di luar negeri sebagai bentuk fasilitasi bagi mahasiswa dalam menyelesaikan penulisan disertasinya.
 
Direktur Pascasarjana UIN Yogyakarta Abdul Mustaqim mengatakan, program ini juga bertujuan menambah pengalaman dan kemampuan meneliti para mahasiswa di level Internasional. 
 
“Sandwich dimaksudkan untuk memperkuat jejaring Internasional dan meningkatkan kualitas penelitian disertasi dan mengasah kemampuan publikasi Internasional,” terang Mustaqim saat memberikan sambutan pada Workshop Persiapan Sandwich Program Magister Lanjut Doktor, di Kampus UIN Yogyakarta, dilansir dari laman Kemenag, Rabu, 20 Juli 2022.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasubdit Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Ruchman Basori mengatakan PMLD adalah program pendidikan jenjang magister (S-2) dilanjutkan ke jenjang Doktor (S-3) non-stop bagi sarjana baru (fresh graduate) dengan kualitas istimewa. 
 
Pendidikan dilaksanakan selama 4,5 tahun, 1,5 tahun untuk jenjang Magister dan 3 tahun untuk jenjang doktor. “Lulusan program ini akan mendapatkan dua ijazah sekaligus, yaitu ijazah Magister dan Doktor, sehingga kapasitasnya tak diragukan lagi dalam persaingan global,” kata Ruchman. 
 
Kemenag, lanjut Mantan Aktivis ’98 ini, berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan kualifikasi doktor di usia muda. “Program ini memfasilitasi para sarjana alumni PTKI yang berkualitas tinggi untuk mengembangkan kompetensi akademik setinggi mungkin,” katanya.
 
Sekretaris Prodi Studi Doktor UIN Sunan Kalijaga, Munirul Ihwan, mengatakan nantinya mahasiswa PMLD akan melakukan Sandwich ke beberapa negara, antara lain: Amerika, Kanada, Belanda, Mesir dan sejumlah negara lainnya. Pemilihan negara tujuan disesuaikan dengan karakter riset disertasi yang dipilih peserta. 
 
Kemenag menempatkan mahasiswa PMLD studi pada dua kampus, yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Setiap kampus ada 19 Mahasiswa.
 
Untuk mahasiswa PMLD UIN Sunan Kalijaga, ada 9 mahasiswa yang sedang proses penulisan disertasi, 4 mahasiswa pada tahap proposal disertasi, dan dan 6 mahasiswa masuk ujian komprehensif dengan IPK di atas 3,9.  Kepada 19 mahasiswa, Ruchman meminta untuk menggunakan kegiatan sandwich ke luar negeri dengan baik untuk menggali berbagai pengalaman, terutama di bidang penelitian, pendidikan, dan riset-riset strategis.
 
Kegiatan Monitorng dan Evaluasi PMLD berlangsung dua hari, 19 – 20 Juli 2022. Turut hadir, Sub Koordinator Pengembangan Profesi PTKIN Ummu Shofiyah dan Kasubbag TU Pascasarjana UIN Jogja Eti Rohaiti. 
 

 

(CEU)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.