Los Angeles: Konsulat Jenderal RI Los Angeles dan Konsulat Jenderal Republik Filipina Los Angeles, bekerja sama dengan Indonesian American Business Council (IABC) dan Coalition of Filipino American Chambers of Commerce (COFACC) telah menyelenggarakan acara Indonesia-Philippines After Hours Mega Mixer di Ruang Nusantara, Gedung KJRI Los Angeles.
 
Konjen RI, Saud P. Krisnawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa inisiatif penyelenggaraan kegiatan berawal dari visi untuk membangun komunitas bisnis ASEAN yang kuat dan bersatu di Kota Los Angeles dan sekitarnya.
 
Upaya mempersatukan komunitas Indonesia dan Filipina menjadi langkah awal yang berpotensi membawa dampak positif bagi para pebisnis untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi. Ke depannya, acara ini akan diperluas dengan melibatkan para pelaku usaha ASEAN lainnya, seperti Malaysia, Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam“, tambah Saud. 





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edgardo Badajos, Konjen Philipina yang juga hadir pada kegiatan tersebut menekankan pentingnya membangun hubungan kemitraan yang baik dengan tetangga terdekat Filipina seperti Indonesia, yang memiliki komunitas pebisnis diaspora yang sama-sama aktif.
 
“Kesempatan ini perlu dimanfaatkan oleh seluruh peserta, selain sebagai ajang perkenalan dan membangun jaringan, juga untuk menggali peluang-peluang kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya, dalam keterangan di situs Kementerian Luar Negeri, Selasa, 30 Agustus 2022.
 
Dalam kesempatan tersebut, Jane Wibowo, Presiden IABC, dan Gerry Palon, Presiden COFACC menyampaikan apresiasi atas inisiatif KJRI LA sekaligus host pada kegiatan yang dihadiri lebih dari 120 peserta dari kedua organisasi tersebut. Selain itu, kedua asosiasi turut menghadirkan 10 vendors yang secara khusus memamerkan produk dan jasa dari masing-masing negara, diantaranya tempeh, jasa asuransi, hingga suplemen stem cell.
 
Hadir juga Konsul Ekonomi KJRI LA, Feddy Djafar dan Kepala ITPC Aldila Tjahjasari, serta Eric Elnar, Trade Commissioner of Philippines Trade and Investment Center yang secara bergantian memberikan paparan  mengenai potensi perdagangan dan investasi masing-masing negara. Sesi presentasi yang dipandu Yosier Thalita, Wakil Kepala ITPC LA sebagai moderator dimanfaatkan oleh para peserta untuk mendalami berbagai potensi yang dimiliki kedua negara.
 
Memanfaatkan momentum tersebut,  Kepala ITPC LA secara khusus menyampaikan undangan kepada para pelaku usaha untuk dapat berpartisipasi dalam pameran B2B terbesar Indonesia yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 Tahun 2022, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 19 – 23 Oktober 2022 secara hybrid.
 
Acara turut diramaikan sesi speed networking, hiburan musik, serta menyajikan hidangan khas Indonesia dan Filipina, seperti nasi goreng dan mi bihun.
 
??Sebagaimana diketahui, Filipina merupakan salah satu negara ASEAN yang memiliki diaspora terbanyak di Amerika Serikat yang diperkirakan mencapai lebih dari 4 juta penduduk. Untuk Negara Bagian California, estimasi diaspora Filipina mencapai lebih dari 1.4 juta orang.
 
Sementara itu, jumlah diaspora Indonesia di California diperkirakan mencapai lebih dari 55.000 orang, yang mayoritas berdomisili di Kota Los Angeles dan sekitarnya. Filipina juga memilki beberapa bisnis yang sudah dikenal di pasar Amerika Serikat, seperti Jolibee, Yellow Cab Pizza Co, dan Figaro Coffee Company. Sejauh ini, pelaku usaha Indonesia di California banyak yang bergerak di sektor furnitur, makanan dan minuman, restoran, dan jasa kesehatan.
 
Baca:  Tanda Bakti di Masjid At Thohir Los Angeles
 

(WIL)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.