“Solidaritas Amerika dengan 23 juta orang Taiwan lebih penting hari ini daripada sebelumnya, karena dunia menghadapi pilihan antara otokrasi dan demokrasi.”

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di surat kabar Washington Post pada saat yang sama, nancy juga menyatakan demokrasi yang kuat memang tengah dalam ancaman di Taiwan.

“Dalam menghadapi agresi Partai Komunis China (PKT) yang semakin cepat, kunjungan delegasi kongres kami harus dilihat sebagai pernyataan tegas bahwa Amerika mendukung Taiwan, mitra demokrasi kami, karena ia membela diri dan kebebasannya,” katanya.

Sementara, kunjungan Nancy telah menjadi subyek spekulasi internasional selama berhari-hari. Bahkan, kedatangannya telah diselimuti kerahasiaan sampai menit terakhir.

Ketika dia memulai tur Asia pada Minggu (31/7), tidak disebutkan Taiwan dalam rencana perjalanan resminya. Dia hanya melakukan kunjungan ke  Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang.

Gedung Putih telah terbuka dalam penentangannya terhadap perjalanan semacam itu, dan Presiden Joe Biden mengatakan, militer menilai itu bukan ide yang baik. Namun, setelah Pelosi mendarat, Kirby dari Gedung Putih mengatakan kepada CNN bahwa kunjungan ini mirip dengan perjalanan pejabat lain sebelumnya.

“Tidak ada alasan untuk ini meletus menjadi konflik. Tidak ada perubahan pada kebijakan kami. Ini benar-benar konsisten dengan itu. Amerika Serikat tidak akan terintimidasi oleh ancaman,” katanya menanggapi kecaman dari China.

Ada tanda-tanda bahwa kunjungan Nancy mengumpulkan dukungan bipartisan dari lawan-lawan Partai Republik yang biasanya sangat tidak mungkin, termasuk di antara basis penggemarnya, kata wartawan BBC John Sudworth di Washington.

“Anda tidak ingin Partai Komunis China mendikte para pemimpin senior Amerika di mana mereka bisa dan tidak bisa bepergian. Dia ada di sana, kami mendukung perjalanan dan kami menutup barisan di belakangnya,” kata Politisi oposisi terbaru yang mendukungnya, Senator Republik Dan Sullivan.

China memberikan tekanan internasional pada negara-negara lain untuk menerima prinsip Satu China, yakni bahwa hanya ada satu negara China, yang berbasis di Beijing. Hanya 15 negara di dunia yang memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan.

Kebijakan lama AS adalah untuk mengakui pemerintah Beijing, tetapi juga mempertahankan hubungan tidak resmi yang kuat dengan Taiwan. Itu termasuk menjual senjata untuk Taiwan untuk mempertahankan diri.

Sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy berada di urutan kedua untuk kursi kepresidenan AS setelah wakil presiden. Namun, dia juga seorang kritikus lama terhadap Beijing.

Sebagai anggota kongres pada tahun 1991, dua tahun setelah pemerintah China menindak keras para pengunjuk rasa di Lapangan Tiananmen, dia mengunjungi lokasi demonstrasi dan membentangkan spanduk untuk mengenang mereka yang tewas. Hal itu memicu tanggapan marah dari pemerintah di sana.

Nancy diperkirakan akan menginap dan bertemu dengan anggota Legislatif Yuan pada hari ini. Dia bahkan akan melakukan pertemuan juga dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen.


Artikel ini bersumber dari www.alinea.id.