Jakarta: Kelompok ibu rumah tangga menjadi salah satu yang paling rajin dalam mengakses konten cek fakta di internet. Mereka mengakses konten cek fakta guna mengklarifikasi gosip yang berkembang di tengah mereka.
 
“Perempuan, khususnya ibu rumah tangga, mengaku dapat mengakses konten cek fakta sampai 3-4 per harinya di sela-sela kesibukan mengurus anak,” demikian dalam sebuah laporan survei yang dirilis tim riset dari Universitas Multimedia Nusantara baru-baru ini.
 
Adapun motivasi mereka dalam mengakses konten cek fakta masuk dalam kategori viral-driven motives. Artinya mereka terdorong untuk mencari konten cek fakta guna mengklarifikasi terhadap suatu isu yang sedang viral.


Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
“Seberapa sering seseorang mengakses konten cek fakta banyak terkait dengan profesi dan ketersediaan waktu luang yan dimiliki audiens,” sebagaimana tertulis dalam laporan yang sama.
Para ibu rumah tangga ini lebih banyak menggunakan Facebook sebagai medium ketika mengakses konten cek fakta. Termasuk juga para kelompok usia yang lebih senior.
 
Secara umum, konten cek fakta dianggap relevan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, terlebih ketika dikaitkan dengan semakin maraknya persebaran hoaks di internet atau media sosial. Para audiens atau responden setuju jika konten cek fakta dapat mengubah pengetahuan, pola pikir, dan/atau perilaku audiens terkait suatu informasi yang sebelumnya
dianggap benar.
 
Setelah mereka melakukan verifikasi informasi tadi dengan konten cek fakta, umumnya mereka akan memperbaiki pikiran, opini, dan/atau perilaku merujuk pada konten cek fakta tersebut. Perubahan opini/perilaku tadi banyak disebutkan terutama dalam kasus misinformasi perihal kesehatan (misalkan obat covid, vaksin, atau perilaku terkait kesehatan pada umumnya) dibandingkan dengan informasi soal
politik.
 
Survei ini melibatkan total 1,876 responden yang mewakili audiens berita di Pulau Jawa dan Luar Pulau Jawa. Survei dilakukan selama periode Maret-April 2022.
 
Setelah melalui proses pembersihan data, diperoleh total 1,596 data valid. Kemudian dilakukan tahapan Focus Group Discussion dengan melibatkan 26 partisipan yang direkrut dari data survei selama Mei-Juni 2022 dan mempertimbangkan variasi audiens.
 

 

(DHI)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.