SURYA.co.id | SURABAYA – Jumpa kembali di final. Misi itu berhasil diwujudkan srikandi Sinlui 1 (sebutan SMA St. Louis 1 Surabaya) dan SMA Gloria 1 Surabaya. Ini menyusul keberhasilan kedua tim putri tersebut menyingkirkan rivalnya masing-masing pada babak semifinal Honda DBL with KFC 2022 East Java Series – North Region, di DBL Arena, Minggu (18/9/2022).

Tim Putri Sinlui 1 berhasil melaju ke final setelah menghentikan tim kuat, NSA -sebutan SMA Nation Star Academy Surabaya. Dengan keunggulan skor akhir, 41-36. Sedangkan putri Gloria 1 menang 85-30 atas SMAN 16 Surabaya.

Sinlui 1 dan Gloria 1 akan saling jumpa pada final party North Region yang akan digelar Selasa, 20 September 2022. Ini adalah partai ulangan kedua tim yang saling jumpa pada final Seri Jatim musim 2021 kemarin. Saat itu, Gloria 1 yang berhasil keluar sebagai champion.

Walau sukses melaju ke final, masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang haru dibenahi Sinlui 1. Terlebih, menjelang bertemu lagi dengan musuh bebuyutan, Gloria 1.

SMA St. Louis 1 Surabaya lolos ke final usai menang di semifinal pada Honda DBL with KFC 2022 East Java Series – North Region, di DBL Arena, Minggu (18/9/2022). (Foto DBL untuk Surya.co.id)

Dalam statistik laga semifinal lawan NSA, Sinlui 1 mencatatkan turnover sebanyak 36 kali. Ini tentu menjadi tugas yang harus dibenahi Ce Lena -pelatih dari Sinlui 1- jika ingin mengantar skuadnya meraih gelar juara.

Sementara itu, Gloria 1 yang mengejar status three-peat (juara tiga musim beruntun) tampil makin menjadi-jadi. Menang dengan skor cukup nyaman atas SMAN 16 Surabaya. Tim besutan Desandrew Pudyo Tinoto Adiwidjaja itu bermain gemilang sejak awal.

Mereka mendominasi permainan. Di laga ini, tercatat lima pemain Gloria 1 sukses mencetak dua digit poin. Adalah Putu Kezia Angelie Setiawan yang mencatatkan perolehan poin terbanyak.

Pemain yang masih duduk di bangku kelas X ini mampu menyumbangkan sebanyak 17 poin. Disusul dengan Cheryl dan Komang Mariani yang menyokong 13 poin. Lalu ada Michelle Angelina dengan 11 angka, dan Shanice Crystallina yang menorehkan 10 poin.

Akurasi tembakan tiga angka putri Gloria 1 juga luar biasa. Tercatat dari 12 kali percobaan, 7 di antaranya sukses membuahkan angka. Hal ini merupakan salah satu kelebihan yang patut diwaspadai oleh Sinlui 1 saat melawan Gloria 1 di final nanti.

Meski tampil mendominasi, namun Erlina Christiana, asisten pelatih SMA Gloria 1 Surabaya merasa permainan adik-adiknya masih kurang maksimal.

“Kalau skor kan nggak terlalu penting ya menurutku. Permainan teman-teman di game hari ini masih kurang. Eksekusinya masih belum memuaskan. Kadang sudah kosong tapi malah nggak masuk. Terus movement defense kadang masih telat,” ucap Erlina yang musim sebelumnya sempat menjadi pemain kunci Gloria 1 dalam rilis tertulis yang diterima Surya.co.id. (*)

 


Artikel ini bersumber dari surabaya.tribunnews.com.